Tak mudah untuk tetap menerima keadaan di luar kemauan.
Berusaha mengemban ketidaksukaan adalah dianggap wajar.
Namun tiba masanya itu menjadi sakral kemudian menjadi kewajiban.
Untuk tetap bertahan itu, tidak hanya suasana nyaman, namun situasional.
Seberapa kuat kau untuk menjadi tangguh...
Seberapa lama waktu yang kau butuhkan untuk menjadi pemenang...
Kesukaran itu akan mengikat kita dan tak membiarkan untuk bernafas lega.
Kesukaran hanya akan menjadi kawan jika kau mengizinkan nya menyukarkan mu.
Ada yang mengatakan bahwa angin akan menerbangkan kesukaran mu,
Namun apa jadinya jika angin itu berbalik arah ketika ia belum sempat menghampiri?
Apakan kau akan bertahan untuk kesukaran...
Senyuman adalah air bagi api kesukaran.
Walau hanya seember demi seember,
Setidaknya ia mencoba mendinginkan.
Kau adalah apa yang kau pikirkan.
Kau adalah apa yang kau simpan di hati mu.
Dan kau adalah imajinasi berwujud dari mu.
Lalu bagian mana yang akan kau lewati...
Sebuah jalan berkerikil dengan secercah cahaya lilin kecil,
Atau justru jalan mulus bebas hambatan di tengah belantara...
Kau adalah pemenang bagi jiwa mu.
Kau adalah raja untuk ego mu.
![]() |
| sumber photo by: HidupUntukIbu |



