Selasa, 24 April 2012

Meniti Pencarian.

Tak mudah untuk tetap menerima keadaan di luar kemauan.
Berusaha mengemban ketidaksukaan adalah dianggap wajar.
Namun tiba masanya itu menjadi sakral kemudian menjadi kewajiban.
Untuk tetap bertahan itu, tidak hanya suasana nyaman, namun situasional.
Seberapa kuat kau untuk menjadi tangguh...
Seberapa lama waktu yang kau butuhkan untuk menjadi pemenang...

Kesukaran itu akan mengikat kita dan tak membiarkan untuk bernafas lega.
Kesukaran hanya akan menjadi kawan jika kau mengizinkan nya menyukarkan mu.
Ada yang mengatakan bahwa angin akan menerbangkan kesukaran mu,
Namun apa jadinya jika angin itu berbalik arah ketika ia belum sempat menghampiri?
Apakan kau akan bertahan untuk kesukaran...

Senyuman adalah air bagi api kesukaran.
Walau hanya seember demi seember,
Setidaknya ia mencoba mendinginkan.
Kau adalah apa yang kau pikirkan.
Kau adalah apa yang kau simpan di hati mu.
Dan kau adalah imajinasi berwujud dari mu.

Lalu bagian mana yang akan kau lewati...
Sebuah jalan berkerikil dengan secercah cahaya lilin kecil, 
Atau justru jalan mulus bebas hambatan di tengah belantara...
Kau adalah pemenang bagi jiwa mu.
Kau adalah raja untuk ego mu.


sumber photo by: HidupUntukIbu

Sabtu, 21 April 2012

CEMBURU BUTA.

Perasaan ini sungguh menyiksa...
ketika mencintai tapi tak dapat meraih..
memandang sekeliling kamar, hampa...sungguh ku hampa tanpa mu.
hanya bisa mendengarkan dari jalur seberang, oh...
justru semakin menyiksaku..

jika ku diberikan dua pilihan,
sekarang
melihat atau mendengar?
aku akan lebih memilih melihat.
karena pendengaran ini menyiksa batinku dari jalur seberang

ya...aku cemburu. cemburu ini cemburu buta.
tak melihat mu 2 hari saja, sepertiku kehilangan waktu sewindu.
tapi tak lebih menyakitkan jika ku tak mendengar yang lain dari seberang

mencoba mengintip-intip dari balik pintu coklat itu
menyaksikan alunan tune demi tune, oh...
ini sungguh cemburu yang sebenar-benarnya cemburu
ini cemburu buta..

TV ku sayang, TV ku malang...
tak melihat mu dua hari ini sungguh menyiksaku.
terlebih lagi menyiksa ketika mendengat TV tetangga itu menyala.
aku cemburu...
cemburu buta...
lekaslah sembuh sayang, ku kan merawatmu kelak dengan hati sanubariku...

Senin, 16 April 2012

Kenangan tertinggalkan waktu

Termenung ku di sore yang gelap ini. Merenungi sebuah kejadian dalam proses kehidupan di masa lalu yang ku sapa dengan kenangan.
Hei.... kenangan, jika ku boleh meminta dengan Sang Pencipta, ingin ku hapus kau dari ingatan ku. ingin ku coret engkau menggunakan tinta merah, kemudian meremukkan mu, dan ku bakar kau hingga menjadi abu. Abu yang akan terbang bersama udara yang akan membawa mu pergi dari ingatan.

Tahu kah kau wahai kenangan? kau hanya menjadi setitik nila yang merusak kehidupanku, yang menumbuhkan kebencian di hatiku, yang memaksa ku mengeluarkan air mata yang tak ingin ku keluarkan.
Menistakan sebuah kehidupan, yang ku harapkan hanya ada untaian-untaian kebahagiaan, senyuman dan canda-tawa di dalamnya. Haruskah kau menjelma menjadi sosok hitam di memory ini??

Kenangan, jika ku sanggup, sungguh ingin ku membenci mu selamanya. Semampu ku bisa membenci.
jika ku sanggup, ku ingin mencampakkan mu. Menjauhi mu dari hidup ku. Melepaskan mu terbang dan membiarkan hujan itu menyapu mu dari bumi kehidupan ku.

Sekeras apa Aku berusaha untuk tidak melihatmu lagi, menoleh ke halaman yang sudah ku lalui, mencoba untuk menutup mati buku yang pernah kau berikan untuk aku menulisnya. Hei kenangan.... Aku tak mampu!!! Sadarkah kau, AKU TAK MAMPU MELAKUKAN ITU...!!!

Bahkan aku mengizinkan setan-setan itu untuk membisikkan berjuta kebencian di hati ku untuk dapat membenci mu, untuk dapat melupakan mu, untuk dapat mengenyahkan mu dari proses hidupku, tapi ku tak mampu.

Kenangan....
Tahukah kau, aku lelah. lelah untuk mencoba membenci.
Tahukah kau, aku menangis. menangisi kenanganku....
Dan tahukah kau, ku merindukan mu.

Sungguh kini aku menyerah. Hanya bisa menerimamu.
Kering sudah air mataku membenci mu, tapi ku tak mampu.
Kau adalah anugerah sekaligus kenangan terindah yang Tuhan selipkan ditidur ku yang panjang.
Seberapa banyakpun kau berbuat, menyakiti dan mengiris rasa yang ada di sini... yah, di sini....
Tapi aku tak mampu mengenyahkan mu. Sedikitpun tidak...!
Kau tahu mengapa?
Karena kenangan, Kau adalah Ayah ku.... :')

Untuk Papa:
Jika suatu hari nanti Papa membaca tulisan ini,
Aisa mohon maaf. hanya mampu mengungkapkannya di sini.
Papa, bagaimanapun masa lalu, baik dulu maupun sekarang dan selamanya,
Aisa sayang Papa, merindukan keluarga kita yang dulu.
Semoga Papa slalu sehat dan bahagia.

Minggu, 08 April 2012

Tania (bukan cinta yang hilang) 3.

#baca dulu ini sebelumnya:

Tania (bukan cinta yang hilang)
- Tania (bukan cinta yang hilang) 2.

Senin kembali menjemput Tania pada aktivitas yang menyibukkan. Kuliah menjadi prioritas utama. Tapi tak membuat Tania lupa akan lingkungan sosialnya.
Kembali, siang ini Tania bergumul dengan aktivitasnya menjadi seorang guru bimbel matematika. Sepulangnya dari kampus, Tania on the way ke tempat bimbel.

Andri seperti biasanya, menggoda kakak-guru yang imut itu sudah menjadi ritual.
"Kak Tania siang ini cantik sekali..."
"oh...jadi hari-hari sebelumnya Aku ga cantik donk..."
"eh, bukan begitu kak, hehehe...tapi hari ini lebih cantik"
"sudah sana, kita mau mulai belajar nya"

Mata Tania seperti mencari-cari sesuatu. Terlihat mencari seseorang yang biasanya berlangganan duduk di kursi sudut belakang sebelah jendela itu. Tapi Tania tak menemukan sosok tersebut. Ya, Bayu. Hari itu Tania tidak melihat Bayu. Kemana Bayu? baru sabtu malam itu Tania memberikan privat kepada Bayu. Tapi hari ini Bayu tak hadir. Apakah Bayu sakit? atau ada apa dengan Bayu?

"Ada yang tahu Bayu kemana..."
"Bayu gak hadir kak tadi di sekolah. Tapi gak ada yang tahu kenapa dia gak hadir."

Pelajaran dimulai. Hari ini anak-anak kelas XII itu belajar mengenai integral. Tapi pikiran Tania masih tertuju pada Bayu yang tak ada kabarnya. bertanya-tanya dalam hati kemana Bayu??
Setelah menerangkan materi, Tania memberikan beberapa soal untuk dikerjakan oleh muridnya. masih belum tenang tentang Bayu, Tania meng-sms Bayu. tapi pending.
makin membuncah rasa Tania. ntah itu cemas atau apa. Tania mencoba nenelfon Bayu. ternyata nomor nya tidak aktif. sampai jam mengajar Tania berakhir, Bayu pun tak kunjung memberi kabar. Hari mulai senja. Tania kembali pulang ke kosan.

Sambil menunggu angkot, Tania kembali menghubungi Bayu, tapi lagi-lagi gagal. Dikaget kan oleh suara klakson motor di depannya. Ternyata itu Bayu.

"Kamu kemana saja.... kenapa tadi tidak masuk bimbel..."
"Aku sedang ada urusan, Kak. ayo naik, Aku antarkan kakak pulang"

Mulai tenang hati Tania mengetahui Bayu baik-baik saja. sesampainya di kosan, Tania mempersilahkan Bayu untuk duduk. Karena di luar pun hujan masih deras.

"kamu mau minum coklat panas, Bayu..."
"boleh, kalau tidak merepotkan"
"oh ya kak, aku mau ngomong sesuatu sama kakak. ini penting banget. dan harus segera aku katakan sebelum terlambat"

Dag..dig..dug..!! entah apa yang membuat perasaan Tania kembali bergejolak. ini seperti rasa yang pernah dulu singgah. Rasa disaat Tania menerima penghargaan menjadi siswa terbaik di sekolahnya. Oh, atau mungkin........ ??? tak mampu berkata. Tania terdiam membatu.

"Kak Tania, hey...kakak denger kan apa yang aku bilang...", sambil memegang tangan Tania, kemuddian petir menyambar hebat di langit sana *Duaarrrrrr....!!*

*bersambung....


Kamis, 05 April 2012

Tania (bukan cinta yang hilang) 2.

"Aku berterima kasih karena...... mmmmm..... karena....."
"iya, karena apa? aku merasa tak memberi apapun kepada mu, Bayu"
"kak Tania tak memberikan apapun kepada ku? yakin???"

Aku terus mengingat, mencoba menerawang ke hari-hari sebelum ini, dan aku yakin, aku tak memberikan apapun kepada Bayu. Tapi kenapa anak ini tiba-tiba berterima kasih pada ku?

"Bayu, lebih baik kamu ngomong sama kakak. Kamu berterima kasih untuk apa?"
"ok, baiklah. Aku cuma mau berterima kasih karena kakak telah menjadi guru bimbel di sini."

Kemudian Bayu berlari keluar ruangan tanpa meninggalkan penjelasan apapun. Meninggalkan tania pada sebuah keadaan di mana ia masih bingung untuk ucapan terima kasih nya. Apa mungkin bayu itu hanya berterima kasih karena tania menjadi guru bimbel nya? itu memang sudah menjadi kewajiban Tania. Toh, Tania dibayar untuk itu.
tak memikirkannya berlarut, Tania bergegas ke kampus. Sore itu ada kuliah praktikum.

Waktu sudah menunjukkan pukul 18.00 wib, di Bandung, adzan sudah berkumandang. Jarak antara kampus dan kosan Tania tidak begitu jauh, cukup sekali angkot. lelah akan aktivitas hari ini, tania mempercepat langkahnya untuk menuju kosan. kos-kosan tania ada di dalam komplek. sekitar 500 meter dari jalan tempat turunnya angkot.

Tania kaget. Bayu, muridnya yang pendiam itu sudah ada di depan kamar kosan tania. Dia duduk manis di teras lantai 2 tersebut.

"Bayu??? ada apa kamu ke sini? kamu tau dari mana kalau aku ngekos di sini?"
"Kak Tania, baru pulang ya? maaf aku ga minta izin dulu ke sini. aku tau alamat kakak dari Kang Asep. ga apa kan kalau aku main ke sini?"
"Oh... iya, gapapa kok. tapi aku kaget saja. kamu sudah tiba-tiba nongol di depan pintu kosan ku. ayo masuk saja, aku baru pulang kuliah. belum bersih-bersih. lagi pula ini sudah maghrib."

Gerah karena beraktivitas seharian di luar, Tania mempersilahkan bayu duduk di sofa. lalu ia pamit sejenak untuk mandi dan sholat. usai itu semua, Tania kembali menemui bayu di ruang lain dari kamarnya yang disulap Tania menjadi ruang tamu mini.

"Udah beres bebersihnya kak?? wah... ternyata kak tania pinter banget ya. ga salah aku selama ini..!!"

Sembari melihat banyaknya medali yang tergantung di dinding itu, medali yang diraih Tania dari berbagai ajang perlombaan sains. dari SD tania memang sering menjuarai lomba di bidang-bidang sains. terutama untuk bidang fisika dan matematika. bahkan untuk SMA saja, tania hanya menghabiskan waktu selama dua tahun, karena ia masuk kelas akselerasi.

"Oh...iya, itu medali-medali yang aku dapat waktu aku lomba dari SMP dan SMA. hanya sebagian yang ku bawa ke bandung. btw, kamu ke sini untuk apa bay??"
"kak, aku boleh les sama kakak ga? maksud ku, untuk beberapa mata pelajaran selain matematika."
"loh, bukannya di bimbel smart itu kamu bimbel semua pelajaran IPA ya?"
"iya sih...tapi aku butuh guru privat kak. kakak tau sendiri kan, pelajaran di indonesia itu lebih rumit ketimbang waktu aku di perancis. sementara sebentar lagi aku akan mengikuti ujian akhir. aku harus bisa mengejar ketertinggalanku."
"mmmmm...gimana ya? kuliah ku juga sudah padet. aku takut nanti ada satu diantaranya yang terbengkalai"
"ayolah kak..... pleaseee. masa kakak ga kasihan sama aku? nanti kalau gara-gara satu mata pelajaran saja aku ga lulus ujian, gimana?"

Tak tega melihat Bayu memelas begitu, akhirnya Tania mengiyakan permintaannya. setelah bernegosiasi masalah waktu privat, akhirnya Tania harus sedikit mengorbankan malam minggu nya untuk mengajar privat Bayu di rumahnya. yahhh....walaupun sebenarnya Tania pun tak pernah bermalam minggu, karena ia masih jomblo.

Privat minggu pertama dimulai. Bayu menjemput Tania ke kosannya. ternyata bayu memiliki seorang adik perempuan. sekitar kelas 4 SD sepertinya. Ayah Bayu seorang enginering, dan ibunya adalah ibu rumah tangga biasa. Ibu Bayu sangat ramah. bahkan Tania diajak makan malam bersama usai belajar. untuk menghormati orang rumah, tania menerima tawaran makan malam tersebut.

"Tania, kamu asli mana?", tanya ibu bayu.
"mmm...oh, orang tua ku sebenarnya asli surabaya, tante. tapi aku lahir dan besar di jakarta. dan sekarang saya kuliah di bandung."
"Bayu banyak cerita tentang mu, tania. katanya kau guru matematika baru di tempat bimbingan belajarnya. baru kali ini dia bercerita tentang gurunya. hehehe... ayo, lanjutkan makannya."

Mendengar perkataan mama Bayu tadi, terlintas di benak Tania, ada gerangan apa bayu menceritakan tentang dirinya? toh selama ini bayu hampir tidak pernah bercerita dan menyapa Tania selama kegiatan belajar-mengajar berlangsung....

*bersambung.....

*baca dulu ini sebelumnya*
Tania (bukan cinta yang hilang)


Rabu, 04 April 2012

Tania (bukan cinta yang hilang)

ini hari pertama Tania mengajar di bimbingan belajar itu. semua bahan ajar dipersiapkannya. ya, Tania memang baru menginjak tahun pertama di salah satu Institut negeri di Bandung, jurusan Tekhnik Informatika. tapi karena kecerdasannya, ia sudah diminta untuk mengajar di salah satu bimbingan belajar ternama di kota kembang itu.

Tania menjadi guru matematika termuda di bimbingan belajar tersebut. tentu saja anak-anak ABG SMA itu banyak yang suka padanya. selain tubuhnya yang memang imut-imut, wajah Tania pun good looking. rambut pendek berponi samping dengan kacamata berbingkai hitam menghiasi wajah imut nya. anak-anak cowok SMA yang diajarnya banyak yang menggoda Tania.

"hai adik-adik semua, perkenalkan. nama ku Tania. sekarang, aku yang akan menjadi guru matematika kalian. menggantikan guru matematika kalian yang sebelumnya. karena beliau sedang melanjutkan S2 nya ke Germany"

salah seorang anak cowok menggoda,"wahh...kalau guru matematika nya secantik kakak, aku bakal betah nih di kelas matematika. ha ha ha..."

Andri memang terkenal jail. tapi dia anak yang baik dan care dengan teman-temannya. godaan iseng itu tak dimasukkan ke hati oleh Tania. ia menganggap murid-murid nya itu sebagai adik nya sendiri. meskipun Tania adalah anak tunggal.

perhatian Tania justru tertuju pada salah satu muridnya, Bayu. anaknya calm. atau justru kuper alias kurang pergaulan. setiap kali Tania mengajar, Bayu selalu duduk di tempat yang sama, di pojok belakang dekat jendela. dia tak pernah bercanda dengan teman-teman lainnya. termasuk tidak pernah ikut menggoda Tania jika murid-murid yang lain menggoda guru mungil nan manis itu.

siang itu, usai mengajar di kelas 3.D, tiba-tiba saja Bayu menghampiri Tania. "kak Tania, lagi sibuk ga?"
tania sontak kaget, ternyata Bayu berbicara padanya. awalnya tania mengira kalau Bayu tak suka jika ia yang mengajar, atau mungkin bayu itu gagu. tapi siang ini, dugaan kedua tania terbantahkan.

"hei..bayu. ada apa? enggak kok, aku ga sibuk. kamu ada tugas matematika yang tak bisa dikerjakan?"
"ga kak, aku ingin berterima kasih sama kakak"

tania kembali dikagetkan. bayu berterima kasih padanya? kenapa? diingat-ingat dari awal mengajar, ia tak pernah memberika suatu barang apapun kepada bayu. tapi kenapa siswa kelas 2 SMA itu berterima kasih padanya?

"berterima kasih??? atas dasar apa kamu berterima kasih dengan ku, bayu?"
"mmmm...kakak tentu tau kalau aku ini siswa pindahan dari dublin kan? aku baru setahun ini sekolah di indonesia. karena dari SMP papa ku dipindah tugaskan, jadi kami sekeluarga ikut pindah ke dublin juga"
"iya tau, lalu kenapa kau berterima kasih pada ku...???"
"aku berterima kasih karena........."


*bersambung.......

Minggu, 01 April 2012

ketika si "ndeso" jatuh cinta

semakin larut untuk ditemani malam sang rembulan.
menikmati wanginya udara yang membuai lamunan.
ku membuncah untuk terus memandang.
riang...terus tersenyum tanpa tau yang terbilang.

mungkin nyanyian jangkrik itu tidak merdu.
tapi dia setia menemani malam ku.
seperti tatapan tajam sang burung hantu.
ah... memikirkan mu membuat ku tersipu malu.

cinta.... kau dimana kini?
jika kau adalah cahaya,
maka terangi malam ku.
jika kau udara,
rasuki lah paru-paru ku hingga penuh dengan nama mu.
dan jika kau adalah api, maka jadilah api unggun yang menghangatkan.

biarkan gelembung-gelembung itu terbang bersama angin....
menghantarkan kasihku yang malu untuk diri mu.
biarkan embun itu tetap menyejukkan pagi nya....
hingga kau merasakan cinta ini masih murni untuk mu.

seperti kaktus di padang pasir
tetap berdiri kokoh walau diterpa terik nya mentari.
seperti teratai di tengah kolam
akan terus bertahan dengan kelemahannya.

cinta....
sungguh kau tak akan pernah tau jika ku mencinta mu
karena hanya ada rasa yang tersimpan apik
yang tak mampu menyeruak dari sini... dari hati...
cukup si "ndeso" dan pemilik nya yang menyimpan rahasia ini..rasa ini...

i'm in to you