Selasa, 05 Juni 2012

Ayo, Canangkan hidup 20 Ribu/hari dengan Saya!!

Untuk kesekian kalinya, setelah lama tak menulis, akhinya blog yang telah dipenuhi sarang laba-laba ini dikunjungi juga. Hiatus dari berbagai aktivitas untuk aktivitas lainnya, yah, cara jitu yang tak ampuh memang, fiufht....!
Tapi paling gak cukup untuk memanfaatkan waktu lebih tepat guna.
Malam ini Aku mau cerita. Cerita yang bisa dibilang penting, tapi ga penting-penting banget sih.

Bermula dari cita-cita untuk menjadi kaya raya, yang terpantri dari hati sanubari, diawali niat dan usaha, memiliki 3 SPBU di 3 negara #fighting
Ketidak singkronisasian itu mungkin bisa jadi alat penyambung untuk cerita kali ini.

Ditawari untuk menanam investasi itu memang sangat menggiurkan, apalagi prospek yang baik dan menguntungkan ada di depan mata. Siapa sih yang ga mau???? dengan modal di tangan, prospek yang bagus, dan perancangan invest yang matang, serta kesempatan yang ada tentunya.
Hanya dijejali waktu satu bulan memang, tapi ternyata Aku lupa kalau Aku adalah seorang gadis imut-lucu-menyenangkan yang sedang berkuliah di pulang seberang.

Singkat cerita, uang 5 juta ini ku invest kan semua tanpa memperhitungkan uang yang masih menginap di dompet. Kontrak ditanda tangani, tangan sudah berjabat, dan... DEAL! kontrak itu berakhir 25 juni, dan hari itu masih tertanggal 27 Mei, itu artinya masih ada waktu 29 hari lagi untuk menuju tanggal 25 juni.

Laba yang masih di depan mata itu terus terbayang, membuat senyum semeringah, hingga akhirnya ku tersadar dari lamunan yang membuyarkan senyum semeringah itu. OMG, ini baru tanggal 27 Mei, dan aku harus menghabiskan waktu sebulan ini hanya dengan uang yang tak lebih dari Rp. 750.000, dan itu belum dipotong uang laundry bulanan, kiriman paket untuk kakak, serta masih banyak beban-beban lainnya yang belum terduga dan akan-tak-menduga jika sudah terduga #nangis

Hari ini tanggal 4 juni, dan dua hari yang lalu saya melupakan sesuatu. yah, melupakan beban-yang-belum-terduga-dan-tak-akan-menduga-jika-sudah-terduga itu.
menginap 2 hari di kosan Desvi itu ternyata bukan ide yang baik untuk bulan juni. Jalan-jalan ke ciwalk, dan mampir, kemudian makan. Batagor ter-NISTA di bulan juni dengan trik penjualan penipu kelas kekap. tertera harga di menu Rp 7.200/pc, yang ku kira adalah seporsi, ternyata benar-benar per-pack, atau lebih tepatnya SATU BIJI. dan aku harus membayar Rp 21.600 untuk makanan sekelas batagor yang aku sendiri tak tau apa rasa batagor tersebut. ingin meratapi nasib, mengeluarkan kembali batagornya, kemudian meminta paksa kembali uang ku itu #nangis

Pepatah tetaplah pepatah. nasi sudah menjadi bubur, dan ayam pun sedang musim kawin, hingga tak bisa dibuat bubur ayam. yang paling penting adalah Aku gak suka bubur !!
dengan uang yang tersisa Rp.450.000 ini, aku harus mampu bertahan tanpa menjual harga diri kepada mama #nangis

Akhirnya ku putuskan untuk curhat kepada kakak, berharap ia iba dan sedih melihat adiknya yang cerdas dan baik ini. tapi lagi-lagi perencanaan ku salah. Sang kakak yang tadinya ku kira bisa menjadi tempat pelipur lara dan mungkin saja bisa membantu ku menopang hidup hingga 25 juni nanti, hanya berfilsafat,"bersaki-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian".

Tapi dia masih berbaik hati untuk mau mengisikan ku pulsa. dan aku terharu #nangis
setelah itu aku sms dia, begini isi sms nya :

Makasih ya kak Dian pulsanya. pulsa ini sangat berarti untuk adek. semoga rezeki kak dian dilancarkan, amiin..

Beberapa menit kemudian SMS-pun berbalas darinya,

Amiin, doa fakir miskin itu biasanya dikabulkan Allah.

#BLEK! 

Ku yakini bahwa yang membalas sms itu adalah kakak ku, Dian. yang memiliki mama yang sama, dan papa yang tak berbeda dengan ku.









20 komentar:

  1. kebutuhannya meni banyak. Kalo ke upi suka jalan kaki apa naik angkot??
    20rb/hari kebanyakan
    8rb cukup. Apalagi kalo ke kampus jalan kaki. Dan jangan jajan. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hwaaaaaaaaa... 8ribu??? itu aku mau mkn apa coba, kang? :(

      Hapus
  2. sini aku kirimkan uang, sms aja no rekening aisa ke reby.

    cerita yang bagus, aku sampai ketawa bacanya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. rebyyyyyyyyyyyy... ternyata sama saja dgn kak dian, hikz... -,-

      Hapus
  3. ha ha ha... Sadis amat kakaknya....#canda hihihi
    Tapi betul juga sih,,, Bersakit-sakit dahulu..bersenang2 kemudian... Aku dulu lebih parah loh Aisa, kalau kiriman telat tuh uang receh jadi sangat berharga... hhihihi #curhat

    BalasHapus
    Balasan
    1. anak kosan rata2 bernasib sama ya mbak latifah.. ;p

      Hapus
  4. ternyata pengeluaran mu lebih besar dari orang-orang desa yang berburuh dengan memiliki anak banyak. masih bisa disyukuri sedikit Aisa, hehe.. 20ribu/hari pasti bisa, asal jgn tergiur buat maen ke tempat2 penguras dompet itu :D
    kamuuu pastiiii biiisaaaaaa :)
    itu batagor apaan sih? yang ada di Ciwalk? atau yg mana? nista banget harganya, isinya seekor ayam ya? hehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. batagor isi LPG 7 kg teh T___T

      Hapus
  5. hehehe...setuju dengan kakakmu say..
    Life is a learning process, aku lebih milih disuruh berproses daripada cuma "nerima" yang instant dari orang lain/keluarga/siapapun meski kalo dikasih juga ga nolak hahahaha..
    Caiyooo Aisa..:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha.. aku juga setuju sebenarnya, tp ga utk sikon tak terduga begini T___T

      Hapus
  6. nasi sudah menjadi bubur, sedang ayam lagi musim kawin, jadi ga bisa dibuat bubur ayam, hehehe.... semoga sukses ya mbak, "deal"nya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe... amiin, makasih ya mas Akhmad :)
      nanti klo 3 SPBU di 3 negara ku uda terealisasi, kita mkn2 ;D

      Hapus
  7. Mampir mbak..


    http://arkability.blogspot.com/

    BalasHapus
  8. wagagagagagagaga......
    ngakak dalam keprihatinan baca ini... :D

    aisa, ada orang yang pernah hidup dengan 125 ribu perbulan selama setahun lebih. dan orang itu masih tetap hidup dengan sehat wal afiat sampai sekarang. ayo berjuang ....!

    BalasHapus
    Balasan
    1. setiap org yg mendengar keprihatinan ku, akan bereaksi sama dgn Om MRidwan kok.
      yg salah siapa sih? aku nya yg slh mnceritakan, apa ini emng bukan bntuk keprihatinan?
      waaah... itu tahun berapa 125ribu/bln nya? -,-

      Hapus
  9. ayooo masak sendiri, pasti bisa hemat. Sya jga pernh cak itu, sa. Bedanya seminggu lgi baru dpt jatah kiriman dr rumah, duit tinggal 150 ribu, main ke gramed eh mlah nemu buku gie yg dah taunan sya cari, tinggl 1, jdinya mesti beli, 80ribeng cuy, walhasil duit tinggl 70 rbu buat sminggu, brrti cma 10rbuan perhri dah. Ckckkckckk.. Tpi bisa koq, soalnya sy kn tinggl di asrama yg mkannya ditanggung. Wkwkwkkwkwkk..

    Maaf, devil kknya aisa kyknya nular deh. Hihihii

    BalasHapus
    Balasan
    1. hwaaaaaaaaaaaa... aq kan ngekost...

      Hapus
  10. hehehe..aku setuju dengan kak Dian mu Aisa... bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.. hehe.
    turut prihatin.... :(

    btw, tulisannya enak dibaca lho, mengalir bebas... salam kenal dan kunjungan pertama. semoga bisa bertahan sampai 25 Juni yaaa....

    BalasHapus
    Balasan
    1. akhirnya ada yg prihatin, makasih mbak alaika...

      wah.. senang melihat org senang membaca tulisan ku, semoga ga tergerus arus ya pas ngebaca nya, hehe...

      Hapus
  11. yah nangis hehehehe
    Hidup di kota besar apa cukup sehari 20 ribu mbak aisa hehehehe

    BalasHapus