Tampilkan postingan dengan label Bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bandung. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Desember 2013

18 Desember 2013.

Congrutulation For Me..... :))



Akhirnya, Merdeka juga jadi mahasiswa Strata 1. Jadi sarjana juga... ^^
ohwww..late post yeah, but it's ok.

Sarjana Pendidikan Akuntansi


Pertama-tama mau mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT, Sang Pencipta dan kekasih yang tak pernah selingkuh baik dalam keadaan apapun. Terimakasih untuk Mama atas segala sesuatu kebutuhannya, terimakasih untuk Kak Dian, Irda, Zeva, Kyo, dan Bang Edy. tanpa dukungan kalian meski ala kadarnya, Adek ga akan bisa sampai di jenjang ini. hihihi... #PEACE ^^V

Untuk dosen-dosen tercinta, Aisa pada mu deh wahai Bapak dan Ibu Doseeen ^^ semoga ilmu-ilmu ini bermanfaat dan berlanjut tanpa ujung. Waktu 4 tahun berasa singkat. Baru kemarin lusa (loh) rasanya merasakan dingin Bandung dan sekarang saya sudah dewasa dan Bandung tetap dingin.

Teruntuk teman-teman yang slalu ada untuk membantu saya disetiap situasi yang tak bisa saya tangani sendiri, sungguh-sungguh banyak situasi seperti itu dan kalian tidak pernah mengeluh apalagi menolak untuk membantu saya. RAMLAH, ANA, WINDA, MBAK RAHMA, RESTU, LOKITA, RULLY, NUNUNG, ANISA, ISTUM, OON, ERRY, YANA, GITA, NITA, DESVY, GINA, YORA, NURUL, EKI, SYUKRI dan semua yang sudah berperan serta dalam skenario hidup saya, KALIAN LUARRRRR BIASAA #KetjupManja


genk nusantara
genk frontal

genk kpopers
Untuk teman-teman blogging, Bloofers, BLOOF Bandung khususnya yang saya cintai juga, terimakasih untuk semua pengalaman ini, tanpa kalian, Bandung ini tidak akan terjelajahi sempurna. HA HA HA... Cc: Kang Qefy, Kang Aan, Mas Amal, Kang Yudhi, Kang Yudy, Teh Irma, Teh Andin, Teh Fitri, Fita, Kang Rakhmat, dan seterusnya... #SalamUngu.

Teman-teman TK, SD, SMP dan SMA yang saya kasihi, terimakasih sudah mau menjadi teman saya. terimakasih.
Untuk para supir angkot yang telah mengajari saya menjadi angkoters yang kuat banting dengan style menyupir kalian, hatur nuhuuuuuuuuuunnn pisan. 

hasil malak di wisudaan. hihihi...MATUR TENGKYU FRIENDS.....


Sabtu, 07 Desember 2013

GORENG vs BUAH.

Long time no see...long time no see...
Akhirnya ada hasrat buat ngeblog lagi setelah beberapa saat mati hati untuk menulis.
Hasrat ini muncul ketika aku membeli buah semangka kepada mamang tukang buah. Singkat cerita, cerita ini ada kaitannya dengan keberadaan ku di bumi siliwangi ini.
jujur, aku telah gagal menjadi seorang perantau. kenapa? why?

begini singkatnya..........

ini berkisah sekitar 3,5 tahun yang lalu. ketika aku dan desvy, sahabatku yang sama-sama berasal dari kota pekanbaru berkuliah di bandung. lupa tepatnya hari itu hari apa, yang pasti, hari itu adalah hari-dimana-pertama-kalinya-dibidang-bahasa-kita-memalukan-diri sendiri-dan...dan...dan.... #ahh 

aku pergi mengunjungi kosan desvi di daerah dipatiukur. kosan biru berlantai tiga yang ranum dan manis itu mengingatkan kita pada sebuah film yang sempat meledak di pasaran, Ayat-ayat cinta. masih ingatkah kalian, bagaimana lingkungan apartemen yang ditempati oleh Fachri dan Maria?? yaph, apartemen bertingkat dengan kerekan "cinta" yang menghubungkan apartemen Fachri dan Maria untuk menyampaikan dan mengantarkan apapun itu, baik buku maupun makanan. Maria sering berkirim cake dan makanan kepada Fachri yang tinggal di lantai di bawah apartemennya. bisakan membayangkannya??
nah, kosan desvy dirancang sedemikian rupa mirip, karena terdapat 3 lantai, jadi untuk memudahkan anak kostan yang sibuk akan kemalasannya turun membeli cemilan yang berjejer rapi di bawah, dibuatlan kerekan berkatrol ini.

ada begitu banyak makanan yang dijual di bawah. ada tukang syomai, batagor, gorengan, pecel lele, nasi goreng, buah-buahan, dan banyak lagi..lagi dan lagi.
kamar desvy berada di lantai 3, dan pada saat itu kita mau beli gehu (tahu isi), pisang molen, bala-bala dan kawan-kawannya dalam grup gorengan. terjadilah aksi panggil-panggilan antara pelanggan dan penjual.

desvy : mang goreng....mang...mang goreng...mau beli gorengan. mang...mang goreng... (sambil teriak-teriak ke bawah dan nurunin kerekan)

tukang jual gorengan : #stv@$%&*##@!!! (hening.....)

desvy : mang..maaaaaaaang...mang goreeeeeeeeng (makin kencang teriaknya)

semua tukang jualan di bawah melihat ke arah kita, lirikan tajam, entah itu tatapan dendam, sinis, dingin atau tatapan heran melihat orang bodoh yang tetap teriak-teriak walau tanpa sahutan. tatapan itu semakin dalam, semakin sinis, mata mereka mulai menyipit, mengerutkan dahinya, dan seraya berkata,"BEDEBAH KALIAN, WAHAI WANITA....!!". Sementara teman-teman desvy terbahak-bahak polos dari dalam kamar. tersadar ada sesuatu yang janggal, akhirnya kita masuk ke kamar. semula berpikir, apakah ada yang salah dengan wajah yang memang tercetak pas-pasan, atau ada yg tidak benar dengan style kita yang tidak keren ini ??? terus bertanya, dan teman-teman desvy terus terbahak. akhirnya setelah beberapa menit kebingungan ini berlangsung, salah seorang temannya menjelaskan bahwa makna kata "GORENG" dalam bahasa sunda itu adalah "JELEK". Terbangun dari kekhilafan yang tanpa kita ketahui sebelumnya, desvy berlari ke bawah untuk meminta maaf kepada mamang gorengan yang tadi sempat kita teriaki "MANG GOREEEENG". Bersyukur mamang tersebut berbaik hati dan mengerti bahwa kita pendatang, jadi dia hanya tersenyum saja (bisa jadi itu adalah senyuman penuh dendam, dimana ada niat di hatinya untuk menguliti desvy ketika malam tiba, dan kulit desvy dibuat jadi kulit lumpia #HALAHHHH).

Cerita selanjutnya baru terjadi sekitar 3 minggu yang lalu, ketika itu aku dan temanku, Ramlah, baru pulang dari kampus dan berniat membeli buah-buahan di depan gerbang UPI. tentu ada banyak jenis buah yang dijual, hanya buah simalakama dan khuldi yang tidak aku temui. ketika itu ada beberapa orang mahasiswi yang ingin membeli buah juga yang menyebakan mamang tukang buah sibuk melayani pembeli. Aku membeli semangka dan ramlah membeli pepaya. Dari kebisingan tersebut, muncullah seorang mahasiswi, seperinya mahasiswi pasca sarjana yang ingin membeli buah. ia terus bertanya,"mang..buah nya teu aya deui mang..mang buah nya teu aya...??". sementara mamang tukang buah masih sibuk melayani pembeli sebelumnya. ada rasa kesel dan jengkel dalam hati, ingin rasanya berteriak dan membentak, "HELLOOOOOOOOOO....SITU BUREM APA MATANYA ??!! GA LIAT INI TEMPAT TUKANG BUAH, YA PASTI JUAL BUAH-BUAHAN LAH !! TINGGAL PILIH DAN BAYAR!!".

Tapi niat itu aku urungkan, mengingat sedang ramai orang dan ku rasa itu bukan urusanku. akhirnya amarah itu aku lampiaskan ke Ramlah, kata-kata yang tadinya ingin aku sampaikan kepada mahasiswa pasca sarjana tadi, aku luapkan kepada ramlah dengan sedikit amarah. ramlah langsung tertawa setelah aku ngomel-ngomel. kembali dengan tampang polos, suci penuh pahala ini, aku mengerutkan dahi. kenapa ramlah malah ketawa? dengan sabar ramlah menjelaskan, bahwa "BUAH" yang dimaksud pembeli tadi adalah buah "MANGGA". oh Tuhan, ampunilah makhluk Mu ini, betapa berdosanya hamba telah gagal menjadi perantau di negeri orang. bahkan setelah 4 tahun di tanah sundapun, aku tidak mengerti bahasanya T__T

Selasa, 01 Oktober 2013

"You" and "Me" against the world.

Teruntuk senja yang menanti petang.
kini cahaya itu mulai memudar?
tunggu, memudar? hanya mindset.
lebih baik memandangnya lebih pekat, lebih kuat bercahaya.
karena cahaya tak pernah pudar, mereka hanya berpendar dan kemudian....
berkumpul pada satu titik.

Selamat menempuh fase baru, sahabat 10 tahun ku, Winda.
ini fase awal untuk kita menjadi kaya raya itu.
masih terus ingat akan cita-cita kita yang breakfast di indonesia, lunch di prancis dan dinner....??
hahaha....

tau kenapa judul ini "YOU and ME AGAINST THE WORLD" ??
bukan pada subjek yang berbeda, tapi ini diri kita, pribadi lebih tepatnya.
YOU = Masa kuliah
ME = Masa belajar
berbeda? jelas.
YOU and ME itu berbeda dunia. jika YOU meminta, maka ME memberi.
jangan berpikir sempit untuk semua permasalahan, mereka tidak akan bermasalah kalau kita tidak membuatnya menjadi "tokoh masalah". teringat sama kata-kata winda, "lebih tertegun itu justru setelah sidang". iya, lebih melihat kegamangan menghadapi dunia daripada menghadapi 3 dosen penguji. hahaha...

Sudah ditakdirkan jalan kita oleh NYA, entah itu melalui proses apapun, melalui sosok siapa, tapi itu jalan NYA. jangan banyak berkata TIDAK.

 "IDEALIS NAN REALISTIS, Right??"
Semoga akan ada persahabatan 10 tahun mendatang dan 10 tahun-10 tahun selanjutnya. Kita akan temukan kebahagiaan kita. Menjadi dan mencari sarjana, menjadi dan mencari orang kaya!

Sabtu, 20 Juli 2013

Berbuka Puasa Dengan Yang Manis

#EdisiPuasa

Assalamu'alaikum.... jumpa lagi, jumpa Aisa di sini. kangen yaaaaaaaaaa ^^
Gak kerasa puasa sudah memasuki hari ke-11 untuk pengikut NU. sudah hampir memasuki waktu pertengahan ramadhan,.... 


Bagaimana puasanya, temanS ???
masih lancar kan? belum ada yang bolong, kan? untuk para muslim tampan, semoga tidak terserang tamu bulanan ya, itu tuuu..si (M)alas...

Bulan puasa tahun ini sedikit berbeda, kenapa??? berikut penjabarannya : 


1) Puasa tahun ini menjadi ajang "cepet-cepetan" untuk hengkang secara terhormat dari kampus tercinta. saya yakin dengan haqul, bahwa semua mahasiswa yang berstatus tingkat akhir, akan melatih kesabaran menghadapi dosen-dosen pembimbing mereka yang memiliki karakter "unik-unik-nyelekit" HI HI HI :D

2) Ini puasa ternikmat saya sebagai anak kosan, menjalani bersama teman-teman, tidak seperti tahun-tahun awal kuliah, hasrat "ngebet" untuk puasa di rumah tercintaHH begitu membuncaHH. mungkin karena ini tingkat akhir, jadi bandung terasa begitu hangat ditengah sejuknya similir angin menerpa kibasan rambut [udah kayak drama-drama meloww belum??], keluar jam 3 dini hari, mencari makanan sahur yang notabene dibeli pada orang padang di tanah sunda.

3) Puasa tanpa beliau.
Yap !! biasanya, ketika pulang ke kota tercinta, sosok hangat itu sudah dengan setia menjemput di bandara sebelum pesawat landing. sudah berdiri dideretan penjemput yang lain diluar gerbang tunggu. tapi tahun ini akan berbeda, ntah siapa nanti yang menunggu dari gerbang penjemputan, yang pasti bukan beliau lagi. kini Ia telah nyaman bersama Sang Penciptanya. Akan terasa sangat kehilangan ketika nanti, saat waktu berbuka tiba, tak ada ia di ruang makan, tak akan ada lagi. Happy fasting, Bapak :')



Senin, 27 Mei 2013

Cerita di Mei Saya bagian 2.

| Well done today !! ^^ X.Ak 2, thanks for everything. You did the best, guys ;) 
Ibu pada mu lah pokok nya *big hug* |

Yah, 27 Mei 2013, Finally....... :))
ujian PPL yang tertunda itu berjalan dengan lancar, bahkan lebih lancar dari jalan tol yang kabarnya tanpa traffic light itu. Serius ini ya, setelah ujian itu, suasana hati nano-nano. disatu sisi bahagia membahana karena satu step menuju S.Pd semakin dekat. tapi disisi lain, ada rasa haru meninggalkan siswa-siswa yang imut-imut itu.

Banyak hal yang dipelajari selama 5 bulan PPL ini. saya jadi tau bagaimana rasanya disapa dengan kata "bu guru" itu, saya juga tau bagaimana bersikap sebagai guru, dan juga yang saya tau, jadi guru itu memang tidak semudah yang dibayangkan, tapi tidak sesulit yang dirasakan juga ;)

Kita tinggalkan dulu kisah haru-biru menjadi guru. Mari lanjutkan journey of angkoterss itu.
5 bulan PP Ledeng-kalapa itu, membuat saya mengerti betul jalur, kriteria dan seluk-beluk dunia peraangkotan. saya tau mana supir yang pinter menyalip, mana yang "kasar" menyupir nya dan juga mana yang bekerja sebagai supir dari hati nan ikhlas.

berikut sedikit penjabaran dari dunia perangkotan yang saya teliti selama 5 bulan terakhir ini :

1) Supir yang pinter menyalip : kebanyakan dari mereka adalah yang berusia sekitar 30-35 tahun. kenapa demikian? pada usia-usia ini, mereka dianggap cukup stabil emosinya dalam mengendarai angkot. dibilang muda, tidak. dibilang tua juga, belum. jadi, pengalaman mereka di jalan sudah dianggap mumpuni, karena memang memulai karier menjadi tukang angkot itu biasanya dimulai ketika usia pertumbuhan mereka pada fase "ALAY" (fase pertumbuhan : bayi-balita-remaja muda-ALAY-dewasa). dalam menyalip kendaraan di depannya, supir yang pinter menyalip ini tidak akan membuat penumpangnya puyeng kelimpungan karena suka rem mendadak. 

2) supir yang "kasar" : jenis supir seperti ini berusia disekitaran usia "ALAY" tersebut. ciri-ciri penampilan fisik mereka itu, suka memakai tindik ditelinga, baju hitam-hitam, rambut kemerah-merahan kayak daun jagung yang dimusim panas, ceking, dan sering tidak mandi sepertinya -___-"
mereka ini menyupir seperti jalanan itu punya mbah kakung nya saja, mengendarai angkot seenak jidatnya, seolah-olah semua penumpang di angkot ini adalah BATU !!! 

3) supir yang ikhlas : nah, usia pada supir nan ikhlas ini biasanya sudah memasuki dewasa akhir. mereka mengendarai angkot dengan hati-hati, mengembalikan uang bayaran angkot sesuai ketentuan, tidak kasar menyupirnya dan tidak suka ngebut. namun supir angkot jenis seperti ini hampir punahh T___T

Perjalanan ledeng-kalapa itu sebenarrnya tidak terlalu jauh. bisa ditempuh dengan 45 menit. tapi kembali lagi pada jenis supir angkotnya. adakalanya ngetem adalah hobby tukang angkot kalapa-ledeng. kalau sudah begitu, waktu 1-1,5 jam harus ditelan ikhlas oleh para penumpang. 

satu hal juga yang perlu diketahui. cuaca ekstrim antara ledeng dan kalapa itu tidak bisa dipandang dengan mata berkedip. ledeng adalah daerah dataran tinggi, dimana dekat dengan lembang nan sejuk. sementara kalapa merupakan syurga nya matahari nan terik. jadi wajar saja, 1-1,5 jam berada di dalam angkot, membuat anda berasa seperti cilok rebus yyang empuk-empuk hangat T____T

Sekian kisah di Mei ini. sampai jumpa di juni yang indah ^_^
semoga ada kisah yang mengharu-biru lagi ya. Oh iya, mohon doanya teman-teman... 5 juni ini, InsyaAllah saya seminar proposal skripsi :)

Minggu, 12 Agustus 2012

Jiwa mu, separuh kisah ku yang lainnya.

Hai... senang sudah mendapatkan buku ini. mungkin aku bukan pecinta komik seperti kamu, tapi aku pecinta karya mu :)
#Kisah Lainnya....
memberikan warna berbeda dari apa yang ku baca. Ada nyawa yang kau ciptakan untuk setiap goresan itu. Aku baru mengunjungi untuk halaman 61 ini, tapi semuanya terwakili rasa ku.
Setiap kehidupan sudah akan memilih jalannya sendiri. setuju akan kalimat "YANG TERUCAP akan lenyap, yang tercatat akan teringat", itu sebabnya menulis adalah hobby ku, selain mendengar setiap ucapan mu lewat nada yang kemudian terukir di ingatan ku.

Terlepas dari segala perlakuan yang kau pilih, yaitu.... DIAM. Sejujurnya itu wujud kau mengungkapkan pada nyawa-nyawa bebas di luar sana. Miris memang... tapi kesucian yang mereka anggap suci itu tlah menistakan diri mu oleh mereka.

padahal siapa yang menyangka, bahwa putih tak selamanya putih...
satu kutipan yang pasti akan menjadi guru spiritual maya ku, "manusia diciptakan di dunia ini memang untuk bikin kesalahan, lalu memperbaiki diri. kalau semua orang sudah tidak bikin kesalahan lagi, maka semua ini akan dimatikan oleh Tuhan, karena tidak ada lagi tujuan kehidupan".

jadi ingat akan fungsi detergen ya? hehe...

tak selamanya duri di mawar itu mengganggu, justru itu yang membuatnya berbeda dengan kembang yang lain, yang mampu melindungi keindahannya, dan tak selamanya hitam mu menggelapkan segala. karena jika hitam lenyap, putih pun enggan berkibar. begitulah kehidupan...

kamu akan tetap menjadi salah satu inspirator dari berbelas jiwa lainnya yang pernah dan masih muncul di jalan ku. jika kau tidak di bandung, mungkin aku tak akan membuka tameng keberanian untuk menjadi mandiri ini. jauh dari pekanbaru, bermodal nekat dibubuhi usaha, akhirnya aku kuliah di bandung, dan itu adalah mimpi yang sempurna untuk hidup ini.

begitu banyak yang ingin ku tuang, tapi waktu yang terlampir atas kesediaan mu membaca ini ku rasa minim. aku hanya ingin kau tau, bahwa orang-orang yang memaki mu tak lebih banyak dari pada insan yang mencintai mu.

 Berubahlah karena kau memang ingin..
jika perubahan itu membuat mu lebih baik, maka beruntunglah kau..
jangan kau mau menjadi merugi, apalagi celaka! 
karena perubahan adalah dua jalan di persimpangan....

Sabtu, 23 Juni 2012

Homesick yang bukan Rumah Sakit.

Mendung, dingin, Bandung, sendiri, dan berakhir hujan. Sempurna sudah semua alasan kerinduan akan Pekanbaru ku yang panas tapi menyejukkan itu.
Begini ini nih rasanya menjadi mahasiswa perantau yang rumahnya berbeda pulau dengan tempat menimba ilmu. Teman-teman yang lain sudah pada balik untuk melepas kerinduan sejenak dengan keluarga, tapi Aku?? Ahh.. syukurlah tekhnologi sudah cukup canggih. Ingin rasanya mencium tangan Om Alex, karena beliau berhasil menemukan alat yang disebut dengan telepon. Setidaknya mendengarkan suara mama, kakak, adik, dan ponakan itu S-E-S-U-A-T-U (sesuatu yang membuat rasa ingin pulang ini semakin dan semakin membuncah!!!)

pict by google


Cuma bisa menghibur hati untuk tetap survive di kampung orang sembari mengatakan pada cermin, "Sabar... indah pada waktunya. Nanti kalau sudah pakai toga, semua terbayar kan kok. Mau jadi orang sukses nan kaya kan? Masih pengen punya 3 SPBU di 3 negara kan? Ya sudah, jadikan rindu ini cambuk untuk membuat semua itu jadi nyata. Gantikan waktu mu yang sudah kau gunakan untuk meraih semuanya itu!"

Kamis, 07 Juni 2012

The Long Journey of Bandung.

Gak kerasa udah semester 6 aja, padahal terakhir ingat masih bersibaku dengan soal-soal latihan dan try out waktu bimbel di SSC Bandung. Mungkin cerita ini bakal jadi salah satu penghias keberhasilan di masa mendatang.
Gimana gak, 3 SPBU di 3 negara itu diawali dengan modal nekat ke Bandung bersama 6 orang teman terbaik saya dari SMA yang sama dan kelas yang sama juga(ex.Andy). Disaat yang lain menikmati libur panjang pasca ujian nasional, Aku, Desvy, Winda, Syukri, Teguh, Yuni, dan Bella pergi ke Bandung untuk bimbingan belajar dan berniat kuliah di pulau jawa.
Semoga kesuksesan dan cita-cita menjadi kaya raya kita segera terealisasi ya teman, kalau kata golongan alay bilang, "cemungudhh eaa kakak ~~"

Flashback dari semua yang kita alami, ternyata waktu 3 tahun itu singkat banget loh..
Untuk pertama kalinya menginjak kan kaki di Bandung. Kalau gak salah waktu itu jam 20.00 wib, AJIIB....!!! suhu yang diperkirakan 16-18 derajat itu cukup membangunkan semua bulu-bulu yang nempel di tubuh. Secara kita orang dari negeri khatulistiwa, Pekanbaru-Riau, yang terbiasa dengan suhu 31-33 derajat, so, lumayan membuat gigi atas dan bawah saling beradu malam itu.

Perjalanan yang melelahkan, berterima kasih sama bang Erik, tetangga Winda yang berkuliah di UNPAD, yang sudah berbaik hati mencarikan kita rumah untuk 3 bulan kedepan.
Rumah itu mungil, bersih, nyaman, dan...... WOW! meski terletak di gang-dalam-gang. Hmm.. ciri khas Bandung, oh, kota-kota besar mungkin lebih tepatnya. Di Pekanbaru, Aku belum menemukan ada pemukiman di gang-dalam-gang. Di rumah yang nyaman itu hanya Aku, Desvy dan Winda. Yang lainnya pada mencar-mencar cari kos-kosan. Malam itu, dikarenakan asas persahabatan (padahal karena kita takut sebenarnya), kita tidur di kamar yang sama.

Bimbel masih dimulai seminggu lebih lagi memang, sengaja datang cepat untuk mengurus administrasi bimbel, sekalian biar gak shock dengan kota kembang tempat Peterpan, band favorite ku memulai debut nya ini #jiahhhh ~~~
Pagi itu begitu merinding ding ding dingiiiin. Gak seperti di Pekanbaru, pagi-pagi uda nyalain kipas angin, haha..
Mencoba menyentuh air yang bening itu sudah seperti menyentuh naga berapi, sereeeeemmm >_<
akhirnya kita putuskan untuk mandi nanti siang saja, secara logika, semakin siang, suhu semakin panas, otomatis airnya gak akan sedingin di pagi hari. Tapi ternyata teory itu gak berlaku untuk Bandung, karena semakin naik suhu, maka semakin dingin pula airnya. Akhirnya dari pada harus mencium bau (maaf) Babi, kita paksakan mandi T__T

Waktu terus berjalan, dan kendala bahasa ibu ini semakin dirasa. Alhamdulillah kita diterima di PTN di kota Bandung, gak ada yang sia-sia memang. Mengunjungi kosan Desvy, kosannya unik, seperti apartemen di ayat-ayat cinta (untuk yang belum nonton, segera nonton deh. sebelum aku bilang,"nndessssooo")
Kamar Desvy ada di lantai 3, untuk beli cemilan ada kerekan dari atas. jadi kita gak ccapek-capek turun ke bawah. Kita mau beli gorengan tadinya, tapi si Aa yang ngejual ga ada di TKP. Dari atas kita teriak-teriak,"Aa goreng...A, mau beli gorengan. Aa goreng, Aa goreeeeeeng.....". Sontak semua yang berjualan di bawah memandang kita dengan tatapan tajam, seolah-olah sedang melihat seporsi ayam panggang di meja makan, lengkap dengan sebakul nasi putih hangat dan lalapan serta tak lupa kerupuknya *apa-apaan ini?! kan jadi lapar sendiri aku nya ~~~*

Setelah ditelusuri mengapa kumpulan penjual makanan itu memandang kita tajam adalah "goreng" itu dalam bahasa sunda, artinya "jelek". OMG... berarti kita sudah melecehkan Aa yang jual gorengan dengan mengatakan ia jelek. #BLEK..!!! 

Ada pula rutinitas aneh kita, yang sampai sekarang pun masih suka dilakukan, NYASAR... yaph, meski sudah 3 tahun lebih di sini, nyasar masih menjadi hobby yang ingin dihilangkan tapi begitu sulit. Aku dan Desvy bimbel di tempat yanng sama, ambil jurusan IPS, dan yang lain tetap setia dengan jalur IPA nya. Bukan ingin berkhianat, tapi inilah hidup, harus bisa memilih #eaaaa ~~~
Untuk menempuh sekali perjalanan ke tempat bimbel, Aku dan Desvy harung ngangkot dua kali. ongkosnya Rp 2500 (Rp 1500 sampai simpang, Rp 1000 dari simpang ke TKP)
Diakibatkan ke-sok-tau-an Desvy ini, yang tadinya ingin menghemat Rp 1000, kita malah jadi rugi Rp 5000. naik angkot yang salah, memang sama-sama tertulis DAGO, tapi bukan ke tempat yang kita inginkan. Entah kemana itu kita nyasarnya, yang pasti Aku sudah melewati kebun teh, kebun strawberry, *mamaaaaaaaaaaaa, ampuni dosa-dosa anak mu yang imut ini*
Dimulai angkot yang tadinya dipenuhi penumpang, sampai hanya aku dan desvy yang tersisa, kita hanya mengikuti kemana mamang angkot membawa (sing: mau dibawa kemana jurusan kitaaa...aaaa, by: ARMADA).
Perah juga Desvy nyasar sendiri. Dia baru dari pasar baru ceritanya, dan sekali lagi, karena ke-sok-tau-an nya, dia lagi-lagi NYASAR! pepatah "malu bertanya, nyasar di jalan" itu benar loh.
Ceritanya dari pasar baru-Dipati ukur itu gak bisa naik damri, kita kudu ngangkot. Nah, si Desvy yang dengan tingkat ke-PD-an yang mendarah daging itu, naik damri. Ntah damri jurusan apa, yang pasti dia hampir ke BSM (Bandung Super Mall).

dia sms aku,"Sa, aku nyasar. ga tau ini dimana, tapi arah mau ke BSM. Gimana donk?"

Aku hanya membalas,"ga heran. udah, nyampe BSM, beli tiket primajasa, trus ke bandara, dan beli tiket pesawat JKT-Pekanbaru, pulang deh.. haha...."

Ini baru se-per-sekian persen cerita Aku dan teman-teman ku selama di Bandung, masih banyak yang bisa diceritakan.