Sudah sepekan merasakan udara sejuk-sejuk hangat kota kelahiran tercinta. Tak seperti biasanya memang, tapi ini sungguh membuat betah.
Pernah sebelumnya saya membuat postingan dan atau status tentang "tidak menyukai hujan", itu berlaku di semua tempat yang saya kunjungi. Bukan menolak rezeki dari Sang Ilahi, tapi saya akan langsung meleleh terkena air hujan sementara memakai payung tidaklah di suka.
Pekanbaru sudah beberapa waktu terakhir diserang tentara berhujan, bertubi-tubi rerintik air menyerang daratannya. Berpanglima petir dan rombongan kilat silih-berganti menyerang. belum lagi kendaraan angin yang turut serta menggertak Pekanbaru kota bertuah ini.
Tapi ada yang aneh, mungkin karena memang dasarnya kota ini adalah kota khatulistiwa, penggambaran tentara berhujan itu tidak menyeramkan. Tadi malam saya terbangun dan hujan besar sedang melanda. Seperti pecah genderang menghujam atap, ada hawa romantis yang menyelimuti malam. Dingin berlipat ganda dari AC dan hujan membawa pada dunia lain yang roman di luar sana.
Sudah lebih 4 tahun Pekanbaru yang bersih ini dilanda pemadaman listrik berkepanjangan. Entah aps itu penyebabnya, masyarakat sudah berkoar, sampai-sampai admin grup Pekanbaru memutuskan untuk pensiun dini dari jabatannya karena tak kuat dengan hujatan itu. tak bisa disalahkan memang, negeri yang kaya akan minyak bumi ini adalah negeri yang aneh. Sering sekali kekurangan bahan bakar dan mati lampu berkepanjangan. Pada mulanya, ini yang membuat saya enggan untuk berlama-lama di sini ketika libur kuliah. hawa panas yang sudah mendarah daging, ditambah dengan pemadaman listrik yang tak manusiawi, membuat ribuan ekor nyamuk hidup bahagia, seakan mereka bersorak-sorai "MERDEKA!!!".
Syukur Alhamdulillah, mungkin karena saya sudah lulus, Pekanbaru menjadi kota yang saya cintai lagi. sama seperti sebelum saya meninggalkannya ke Bandung. Lampu tak padam lagi, hawa bersahabat dan dunia terasa indahnya. Longlast yaaa ^^
Oh iya, teman-teman yang belum pulang masih menjadi kisah merindukan. Tapi tak apa, setidaknya sahabat saya, Fanny, di tengah kesibukan koas nya masih menyempatkan diri untuk berpusing-pusing sebentar. Lama menghabiskan waktu di salon. Bukan, bukan lama karena perawatan, tapi lama karena mengantri T___T
Akhirnya dari pembicaraan yang panjang tersebut, terciptalah sebuah kesimpulan. Kesimpulan dari dokter muda yang lucu-lucu-nyelekit. Bahwa jomblo itu tergolong ke dalam 3 jenis:
1) Jomblo Kongenital, dimana jomblo jenis ini adalah jomblo yang tersangat iba. Ibarat penyakit, ini adalah bawaan genetik yang belum ditemukan obatnya. But, keep calm guys, Tuhan itu tidak pernah tidur. just believe that "kamu dan tulang rusuk mu akan segera dipertemukan pada waktunya". hihihi...
2) Jomblo Kronis, jomblo kenis yang kedua ini adalah mereka yang pernah berpasangan, tapi karena alasan klasik cerita cinta, putus di tengah jalan daaaaaaaaaaaaaaaaaaaan SANGAT LAMA untuk menemukan yang baru. biasanya penawar yang ampuh untuk penyakit ini adalah berkicau di time line.
3) Jomblo Akut, untuk yang ketiga ini, ini hanyalah syndrom sesaat. karena korban pada kasus ini baru mengalami yang namanya putus cinta. mereka akan dengan segera menemukan penggantinya. Gejalanya hanya gelisah sesaat dan kurang tidur.
Yeah, sedikit pengalaman saya selama sepekan. yang pasti, saya bisa secara LIVE jambak-jambakan dengan keponakan yang terkutuk ganteng, Zeva dan cium-cium manja dengan ponakan baru, adeknya Zeva, Kyo yang ga kalah gantengnya.... *siapa dulu tantenya ^^V*
filosofi nama blog gue ini terinspirasi dari sifat kukang yang lucu, imut dan pemalu. kenapa pake kata 'setengah'..?? karena gue ga pemalu...!! hahahaa
Tampilkan postingan dengan label Yang terspesial.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yang terspesial.. Tampilkan semua postingan
Selasa, 07 Januari 2014
Kamis, 07 November 2013
Dia, Syukri F.Hardi
Hey hay hey..... apakabar untuk semua pembaca yang bisa membaca? semoga selalu dalam keadaan tanpa buta huruf ya, MERDEKA !!
Terlintas tetiba untuk membuat tulisan tentang orang-orang spesial disekitar saya yang saya sebut dengan Sahabat. Well, sesungguhnya saya sendiri adalah sahabat daripada sahabat saya, termasuk sahabat NOAH #tsaaahhhh :))
kali ini postingan yang saya buat spesial untuk sahabat saya bernama Syukri F.Hardi.
lupa sejak kapan kita bersahabat, karena mulai saya bisa bermain, syukri sudah menjadi sahabat saya =="
kita sudah menjadi tetangga sejak zaman purba dan persahabatan ini terjalin sejak zaman ayam berhenti berbicara, sejak harimau bisa mengaum dan sejak orang tua kita bekerja di perusahaan yang sama.
Teringat kembali masa kecil, TUNGGU !! ini yang saya ragukan, apakah pada masa kecil saya benar-benar pernah kecil?! O,o hanya Tuhan yang tahu. Tapi percayalah, dari dulu sampai sekarang, ke-cute-an saya terjaga alami tanpa bahan pengawet.
Syukri adalah anak ke-3 dari 3 bersaudara. dia menjadi bungsu dari seorang kakak cewek dan abang cowok nya. kakaknya bernama Fitri dan abangnya bernama Toni. kita sudah bertetangga lama sekali, rumah kita hanya dipisahkan oleh 3 buah rumah saja. seingat saya, syukri itu anaknya muanjaaa, mungkin karena dia anak bungsu kali ya. waktu zaman kecil, ada sebatang pohon jambu klutuk yang besar dan kokoh tumbuh di depan rumah saya, itu hasil tanam dari atuk saya (sebutan kakek di daerah kami). syukri cs suka manjat dan ngambil jambunya sembari "meminta" tanpa butuh jawaban dari yang mpunya ==" yasudahlah, sudah diikhlaskan. mungkin untuk kejadian yang ini, syukri udah lupa. dulu, di belakang rumah syukri, ada kolam ikan kecil tempat aku, kakak ku, kakak dan abang syukri, serta teman2 komplek yang lain nongkrong ==" waktu itu siang menjelang sore dan syukri baru bangun tidur. tapi ketika ia datang ke kolam sambil bawa boneka, dia harus "di-manja2-in" sama kakaknya sebelum dia menangis T___T ternyata ini kebiasaan buruk syukri, menangis setelah setengah sadar dari bangun tidur. untuk itu dia harus di diemkan dulu sebelum benar2 nangis. (sorry Mar, peace yak ^^V )
karena orang tua kita bekerja di perusahaan yang sama, maka masa kecil kita habiskan pada event yang bersamaan. dan salah satunya adalah sama2 bisa FREE untuk masuk ke area kolam renang di sebuah hotel di pekanbaru. kita mendapatkan fasilitas free tix dari tempat kerja orang tua kita.
oh, sekedar info. sejatinya 2 blok dari komplek perumahan tempat tinggal kami, orang tua nya bekerja pada perusahaan yang sama, salah satu perusahaan minyak lepas pantai #intermezo
pada suatu hari yang terik di kota pekanbaru tercinta ( pekanbaru adalah sebuah kota penghasil minyak bumi yang dilalui oleh garis khatulistiwa, jadi..... AKAN SELALU TERIK T______T ) aku, syukri dan anak-anak komplek yang lain pergi berenang bersama. meskipun saya hanya bisa satu gaya dalam berenang (gaya batu ==") tapi saya tetap antusias untuk pergi berenang. yang paling lecu bin aneh adalah setiap kali kami selesai berenang, abangnya si syukri, bang Toni, slalu bersendawa kekenyangan (silahkan berspekulasi sendiri sesuka anda untuk kejadian yang satu ini, hahahaaa...) ntah memang hobi, ntah emang sengaja untuk "menikmati" air kolam renang itu =="
sepulangnya dari berenang pada hari itu, hari sudah sangat senja. tidak ada lagi angkot yang lewat, 2 jam sudah kami menunggu. tapi tetap saja, NIHIL. Alhasil, sebuah mobil polisi berhenti mengisi bensin di situ dan mengantarkan kami semua pulang sampai ke rumah. dengan keadaan berambut basah dan naik mobil polisi dengan duduk di bagian belakang bersama-sama, DIANGKUT DARI DEPAN HOTEL pula, semua mata tertuju pada segerombolan anak mudia belia seperti kami ini T___T
masih karena orang tua kita bekerja di perusahaan yang sama, ada fasilitas lain yang didapat bersama pula. kita sama2 mendapatkan tenda untuk berlibur di alam. tapi syukri sudah lebih dahulu punya tenda rumah-rumahan yang seharusnya hanya muat untuk 3 orang saja. tapi kaena waktu itu kita sok-sok "kecil", aku, kakak ku, kakak nya syukri, yang bertubuh ideal ini ditambah lagi syukri dan abangnya masuk ke tenda rumah itu dan menutup resleting tenda. YAAKKKK!!!! RESLETING TENDA MACET !!! kita ber-5 terjebak ngap-ngap di dalam tenda. aku histeris nangis karena berpikir akan mati di dalam tenda. syukri dan bang toni paling hobby mengolok-olok ku kalau sudah dalam keadaan begini. bukannya menghibur, malah menakut-nakuti. untuk kemaslahatan kami ber-5, akhirnya resleting tenda terpaksa di rusak dan akupun merasakan kebebasan duniawi. MERDEKA !!
Akhirnya kami mulai masuk sekolah. aku satu TK dengan bang toni, syukri masuk di TK yang berbeda. tapi mulai dari SD-SMP-SMA, aku berada di sekolah yang sama dengan syukri ==" parahnya, dari 100% kemungkinan sekelas, 98% aku berada di kelas yang sama dengan syukri T____T
pada masa SMP, guru matematika kami memanggil syukri dengan nama U.M.A.R dan sampai saat ini, aku sering memanggil dia dengan sebutan umar. hihihi...
meskipun syukri itu manja dan kadang-kadang nyebelin ==" tapi dia sering menraktir aku, winda dan desvi. syukri juga sahabat yang baik dan sayang dengan orang-orang sekitarnya. sekarang kami semua sudah tumbuh dewasa, kami sudah kuliah, oh...sudah lulus dan akan lulus lebih tepatnya. untungnya aku dan syukri masuk di universitas yang berbeda meski sama2 di kota bandung ^^V
*who's the next best friend......???*
Terlintas tetiba untuk membuat tulisan tentang orang-orang spesial disekitar saya yang saya sebut dengan Sahabat. Well, sesungguhnya saya sendiri adalah sahabat daripada sahabat saya, termasuk sahabat NOAH #tsaaahhhh :))
kali ini postingan yang saya buat spesial untuk sahabat saya bernama Syukri F.Hardi.
lupa sejak kapan kita bersahabat, karena mulai saya bisa bermain, syukri sudah menjadi sahabat saya =="
kita sudah menjadi tetangga sejak zaman purba dan persahabatan ini terjalin sejak zaman ayam berhenti berbicara, sejak harimau bisa mengaum dan sejak orang tua kita bekerja di perusahaan yang sama.
![]() |
| Syukri F.Hardi a.k.a UMAR |
Teringat kembali masa kecil, TUNGGU !! ini yang saya ragukan, apakah pada masa kecil saya benar-benar pernah kecil?! O,o hanya Tuhan yang tahu. Tapi percayalah, dari dulu sampai sekarang, ke-cute-an saya terjaga alami tanpa bahan pengawet.
Syukri adalah anak ke-3 dari 3 bersaudara. dia menjadi bungsu dari seorang kakak cewek dan abang cowok nya. kakaknya bernama Fitri dan abangnya bernama Toni. kita sudah bertetangga lama sekali, rumah kita hanya dipisahkan oleh 3 buah rumah saja. seingat saya, syukri itu anaknya muanjaaa, mungkin karena dia anak bungsu kali ya. waktu zaman kecil, ada sebatang pohon jambu klutuk yang besar dan kokoh tumbuh di depan rumah saya, itu hasil tanam dari atuk saya (sebutan kakek di daerah kami). syukri cs suka manjat dan ngambil jambunya sembari "meminta" tanpa butuh jawaban dari yang mpunya ==" yasudahlah, sudah diikhlaskan. mungkin untuk kejadian yang ini, syukri udah lupa. dulu, di belakang rumah syukri, ada kolam ikan kecil tempat aku, kakak ku, kakak dan abang syukri, serta teman2 komplek yang lain nongkrong ==" waktu itu siang menjelang sore dan syukri baru bangun tidur. tapi ketika ia datang ke kolam sambil bawa boneka, dia harus "di-manja2-in" sama kakaknya sebelum dia menangis T___T ternyata ini kebiasaan buruk syukri, menangis setelah setengah sadar dari bangun tidur. untuk itu dia harus di diemkan dulu sebelum benar2 nangis. (sorry Mar, peace yak ^^V )
karena orang tua kita bekerja di perusahaan yang sama, maka masa kecil kita habiskan pada event yang bersamaan. dan salah satunya adalah sama2 bisa FREE untuk masuk ke area kolam renang di sebuah hotel di pekanbaru. kita mendapatkan fasilitas free tix dari tempat kerja orang tua kita.
oh, sekedar info. sejatinya 2 blok dari komplek perumahan tempat tinggal kami, orang tua nya bekerja pada perusahaan yang sama, salah satu perusahaan minyak lepas pantai #intermezo
pada suatu hari yang terik di kota pekanbaru tercinta ( pekanbaru adalah sebuah kota penghasil minyak bumi yang dilalui oleh garis khatulistiwa, jadi..... AKAN SELALU TERIK T______T ) aku, syukri dan anak-anak komplek yang lain pergi berenang bersama. meskipun saya hanya bisa satu gaya dalam berenang (gaya batu ==") tapi saya tetap antusias untuk pergi berenang. yang paling lecu bin aneh adalah setiap kali kami selesai berenang, abangnya si syukri, bang Toni, slalu bersendawa kekenyangan (silahkan berspekulasi sendiri sesuka anda untuk kejadian yang satu ini, hahahaaa...) ntah memang hobi, ntah emang sengaja untuk "menikmati" air kolam renang itu =="
sepulangnya dari berenang pada hari itu, hari sudah sangat senja. tidak ada lagi angkot yang lewat, 2 jam sudah kami menunggu. tapi tetap saja, NIHIL. Alhasil, sebuah mobil polisi berhenti mengisi bensin di situ dan mengantarkan kami semua pulang sampai ke rumah. dengan keadaan berambut basah dan naik mobil polisi dengan duduk di bagian belakang bersama-sama, DIANGKUT DARI DEPAN HOTEL pula, semua mata tertuju pada segerombolan anak mudia belia seperti kami ini T___T
masih karena orang tua kita bekerja di perusahaan yang sama, ada fasilitas lain yang didapat bersama pula. kita sama2 mendapatkan tenda untuk berlibur di alam. tapi syukri sudah lebih dahulu punya tenda rumah-rumahan yang seharusnya hanya muat untuk 3 orang saja. tapi kaena waktu itu kita sok-sok "kecil", aku, kakak ku, kakak nya syukri, yang bertubuh ideal ini ditambah lagi syukri dan abangnya masuk ke tenda rumah itu dan menutup resleting tenda. YAAKKKK!!!! RESLETING TENDA MACET !!! kita ber-5 terjebak ngap-ngap di dalam tenda. aku histeris nangis karena berpikir akan mati di dalam tenda. syukri dan bang toni paling hobby mengolok-olok ku kalau sudah dalam keadaan begini. bukannya menghibur, malah menakut-nakuti. untuk kemaslahatan kami ber-5, akhirnya resleting tenda terpaksa di rusak dan akupun merasakan kebebasan duniawi. MERDEKA !!
Akhirnya kami mulai masuk sekolah. aku satu TK dengan bang toni, syukri masuk di TK yang berbeda. tapi mulai dari SD-SMP-SMA, aku berada di sekolah yang sama dengan syukri ==" parahnya, dari 100% kemungkinan sekelas, 98% aku berada di kelas yang sama dengan syukri T____T
pada masa SMP, guru matematika kami memanggil syukri dengan nama U.M.A.R dan sampai saat ini, aku sering memanggil dia dengan sebutan umar. hihihi...
meskipun syukri itu manja dan kadang-kadang nyebelin ==" tapi dia sering menraktir aku, winda dan desvi. syukri juga sahabat yang baik dan sayang dengan orang-orang sekitarnya. sekarang kami semua sudah tumbuh dewasa, kami sudah kuliah, oh...sudah lulus dan akan lulus lebih tepatnya. untungnya aku dan syukri masuk di universitas yang berbeda meski sama2 di kota bandung ^^V
*who's the next best friend......???*
Sabtu, 20 Juli 2013
Berbuka Puasa Dengan Yang Manis
#EdisiPuasa
Assalamu'alaikum.... jumpa lagi, jumpa Aisa di sini. kangen yaaaaaaaaaa ^^
Gak kerasa puasa sudah memasuki hari ke-11 untuk pengikut NU. sudah hampir memasuki waktu pertengahan ramadhan,....
Bagaimana puasanya, temanS ???
masih lancar kan? belum ada yang bolong, kan? untuk para muslim tampan, semoga tidak terserang tamu bulanan ya, itu tuuu..si (M)alas...
Bulan puasa tahun ini sedikit berbeda, kenapa??? berikut penjabarannya :
1) Puasa tahun ini menjadi ajang "cepet-cepetan" untuk hengkang secara terhormat dari kampus tercinta. saya yakin dengan haqul, bahwa semua mahasiswa yang berstatus tingkat akhir, akan melatih kesabaran menghadapi dosen-dosen pembimbing mereka yang memiliki karakter "unik-unik-nyelekit" HI HI HI :D
2) Ini puasa ternikmat saya sebagai anak kosan, menjalani bersama teman-teman, tidak seperti tahun-tahun awal kuliah, hasrat "ngebet" untuk puasa di rumah tercintaHH begitu membuncaHH. mungkin karena ini tingkat akhir, jadi bandung terasa begitu hangat ditengah sejuknya similir angin menerpa kibasan rambut [udah kayak drama-drama meloww belum??], keluar jam 3 dini hari, mencari makanan sahur yang notabene dibeli pada orang padang di tanah sunda.
3) Puasa tanpa beliau.
Yap !! biasanya, ketika pulang ke kota tercinta, sosok hangat itu sudah dengan setia menjemput di bandara sebelum pesawat landing. sudah berdiri dideretan penjemput yang lain diluar gerbang tunggu. tapi tahun ini akan berbeda, ntah siapa nanti yang menunggu dari gerbang penjemputan, yang pasti bukan beliau lagi. kini Ia telah nyaman bersama Sang Penciptanya. Akan terasa sangat kehilangan ketika nanti, saat waktu berbuka tiba, tak ada ia di ruang makan, tak akan ada lagi. Happy fasting, Bapak :')
Assalamu'alaikum.... jumpa lagi, jumpa Aisa di sini. kangen yaaaaaaaaaa ^^
Gak kerasa puasa sudah memasuki hari ke-11 untuk pengikut NU. sudah hampir memasuki waktu pertengahan ramadhan,....
Bagaimana puasanya, temanS ???
masih lancar kan? belum ada yang bolong, kan? untuk para muslim tampan, semoga tidak terserang tamu bulanan ya, itu tuuu..si (M)alas...
Bulan puasa tahun ini sedikit berbeda, kenapa??? berikut penjabarannya :
1) Puasa tahun ini menjadi ajang "cepet-cepetan" untuk hengkang secara terhormat dari kampus tercinta. saya yakin dengan haqul, bahwa semua mahasiswa yang berstatus tingkat akhir, akan melatih kesabaran menghadapi dosen-dosen pembimbing mereka yang memiliki karakter "unik-unik-nyelekit" HI HI HI :D
2) Ini puasa ternikmat saya sebagai anak kosan, menjalani bersama teman-teman, tidak seperti tahun-tahun awal kuliah, hasrat "ngebet" untuk puasa di rumah tercintaHH begitu membuncaHH. mungkin karena ini tingkat akhir, jadi bandung terasa begitu hangat ditengah sejuknya similir angin menerpa kibasan rambut [udah kayak drama-drama meloww belum??], keluar jam 3 dini hari, mencari makanan sahur yang notabene dibeli pada orang padang di tanah sunda.
3) Puasa tanpa beliau.
Yap !! biasanya, ketika pulang ke kota tercinta, sosok hangat itu sudah dengan setia menjemput di bandara sebelum pesawat landing. sudah berdiri dideretan penjemput yang lain diluar gerbang tunggu. tapi tahun ini akan berbeda, ntah siapa nanti yang menunggu dari gerbang penjemputan, yang pasti bukan beliau lagi. kini Ia telah nyaman bersama Sang Penciptanya. Akan terasa sangat kehilangan ketika nanti, saat waktu berbuka tiba, tak ada ia di ruang makan, tak akan ada lagi. Happy fasting, Bapak :')
Minggu, 03 Februari 2013
Selamat Jalan.
Dulu...dulu sekali, ada penentangan untuk penyambungan tali kasih ini.
Hanya beralas keegoisan yang tak ingin berbagi. Rasa takut kehilangan, hingga buncahan kemarahan.
Sangat marah... sampai ku tak ingin melihat kebahagiaan tersebut. Membentengi diri dengan dinding pemisah, dinding yang tinggi dan kokoh, dinding kebencian.
Mencoba berbagai cara membatalkan pernikahan tersebut, menguasai diri dan pikiran dengan kecemasan serta memilih jalan pintas.
Ya, itu dulu...dulu sekali. Sewindu yang lalu...
Sewindu yang berkecimuk rasa benci, marah, angkuh, kasih, dan sayang.
Kelembutan hati mu, kebaikan mu, kesabaran mu menghadapi kami, serta ketulusan dan keikhlasan mu menjalani semua, itu merobohkan dinding pemisahku, dinding kebencian....
Yang ada kini hanya rasa sayang, rasa terus menjaga, rasa ingin membuat mu bangga, rasa yang tak ingin terpisah.
Waktu menyembuhkan luka.
Waktu mendinginkan amarah.
Waktu pula yang merubah benci menjadi kasih.
Dikala ku sakit, dikala ku menangis, dikala ku merintih, ada tangan bijak mu di sana.
Bapak...
Penyesalan itu kenapa slalu tiba di akhir?
Kenapa dia tak memperingati di awal?
Apa dia ingin mengajariku makna kehilangan?? Ya, kini ku paham. Sakit.
Kau menangis di waktu kau terbaring lemah, terharu dan berjanji untuk hadir di wisuda ku itu.
Tapi Tuhan mencari jalan lain untuk menghadiri hari spesial itu. Ya, DIA mengantar mu dari surganya yang gemerlap :')
Rerintik hujan mengantar pemakaman mu, linangan air mata menemani mu ke peristirahatan terakhir itu.
Ingat, kau janji untuk hadir. Bukankah janji itu harus ditepati? Maka, lakukanlah !! :')
Doa kami di sini, selalu.....
Hanya beralas keegoisan yang tak ingin berbagi. Rasa takut kehilangan, hingga buncahan kemarahan.
Sangat marah... sampai ku tak ingin melihat kebahagiaan tersebut. Membentengi diri dengan dinding pemisah, dinding yang tinggi dan kokoh, dinding kebencian.
Mencoba berbagai cara membatalkan pernikahan tersebut, menguasai diri dan pikiran dengan kecemasan serta memilih jalan pintas.
Ya, itu dulu...dulu sekali. Sewindu yang lalu...
Sewindu yang berkecimuk rasa benci, marah, angkuh, kasih, dan sayang.
Kelembutan hati mu, kebaikan mu, kesabaran mu menghadapi kami, serta ketulusan dan keikhlasan mu menjalani semua, itu merobohkan dinding pemisahku, dinding kebencian....
Yang ada kini hanya rasa sayang, rasa terus menjaga, rasa ingin membuat mu bangga, rasa yang tak ingin terpisah.
Waktu menyembuhkan luka.
Waktu mendinginkan amarah.
Waktu pula yang merubah benci menjadi kasih.
Dikala ku sakit, dikala ku menangis, dikala ku merintih, ada tangan bijak mu di sana.
Bapak...
Penyesalan itu kenapa slalu tiba di akhir?
Kenapa dia tak memperingati di awal?
Apa dia ingin mengajariku makna kehilangan?? Ya, kini ku paham. Sakit.
Kau menangis di waktu kau terbaring lemah, terharu dan berjanji untuk hadir di wisuda ku itu.
Tapi Tuhan mencari jalan lain untuk menghadiri hari spesial itu. Ya, DIA mengantar mu dari surganya yang gemerlap :')
Rerintik hujan mengantar pemakaman mu, linangan air mata menemani mu ke peristirahatan terakhir itu.
Ingat, kau janji untuk hadir. Bukankah janji itu harus ditepati? Maka, lakukanlah !! :')
Doa kami di sini, selalu.....
Pekanbaru, 3 Februari 2013.
Langganan:
Postingan (Atom)





