Sudah sepekan merasakan udara sejuk-sejuk hangat kota kelahiran tercinta. Tak seperti biasanya memang, tapi ini sungguh membuat betah.
Pernah sebelumnya saya membuat postingan dan atau status tentang "tidak menyukai hujan", itu berlaku di semua tempat yang saya kunjungi. Bukan menolak rezeki dari Sang Ilahi, tapi saya akan langsung meleleh terkena air hujan sementara memakai payung tidaklah di suka.
Pekanbaru sudah beberapa waktu terakhir diserang tentara berhujan, bertubi-tubi rerintik air menyerang daratannya. Berpanglima petir dan rombongan kilat silih-berganti menyerang. belum lagi kendaraan angin yang turut serta menggertak Pekanbaru kota bertuah ini.
Tapi ada yang aneh, mungkin karena memang dasarnya kota ini adalah kota khatulistiwa, penggambaran tentara berhujan itu tidak menyeramkan. Tadi malam saya terbangun dan hujan besar sedang melanda. Seperti pecah genderang menghujam atap, ada hawa romantis yang menyelimuti malam. Dingin berlipat ganda dari AC dan hujan membawa pada dunia lain yang roman di luar sana.
Sudah lebih 4 tahun Pekanbaru yang bersih ini dilanda pemadaman listrik berkepanjangan. Entah aps itu penyebabnya, masyarakat sudah berkoar, sampai-sampai admin grup Pekanbaru memutuskan untuk pensiun dini dari jabatannya karena tak kuat dengan hujatan itu. tak bisa disalahkan memang, negeri yang kaya akan minyak bumi ini adalah negeri yang aneh. Sering sekali kekurangan bahan bakar dan mati lampu berkepanjangan. Pada mulanya, ini yang membuat saya enggan untuk berlama-lama di sini ketika libur kuliah. hawa panas yang sudah mendarah daging, ditambah dengan pemadaman listrik yang tak manusiawi, membuat ribuan ekor nyamuk hidup bahagia, seakan mereka bersorak-sorai "MERDEKA!!!".
Syukur Alhamdulillah, mungkin karena saya sudah lulus, Pekanbaru menjadi kota yang saya cintai lagi. sama seperti sebelum saya meninggalkannya ke Bandung. Lampu tak padam lagi, hawa bersahabat dan dunia terasa indahnya. Longlast yaaa ^^
Oh iya, teman-teman yang belum pulang masih menjadi kisah merindukan. Tapi tak apa, setidaknya sahabat saya, Fanny, di tengah kesibukan koas nya masih menyempatkan diri untuk berpusing-pusing sebentar. Lama menghabiskan waktu di salon. Bukan, bukan lama karena perawatan, tapi lama karena mengantri T___T
Akhirnya dari pembicaraan yang panjang tersebut, terciptalah sebuah kesimpulan. Kesimpulan dari dokter muda yang lucu-lucu-nyelekit. Bahwa jomblo itu tergolong ke dalam 3 jenis:
1) Jomblo Kongenital, dimana jomblo jenis ini adalah jomblo yang tersangat iba. Ibarat penyakit, ini adalah bawaan genetik yang belum ditemukan obatnya. But, keep calm guys, Tuhan itu tidak pernah tidur. just believe that "kamu dan tulang rusuk mu akan segera dipertemukan pada waktunya". hihihi...
2) Jomblo Kronis, jomblo kenis yang kedua ini adalah mereka yang pernah berpasangan, tapi karena alasan klasik cerita cinta, putus di tengah jalan daaaaaaaaaaaaaaaaaaaan SANGAT LAMA untuk menemukan yang baru. biasanya penawar yang ampuh untuk penyakit ini adalah berkicau di time line.
3) Jomblo Akut, untuk yang ketiga ini, ini hanyalah syndrom sesaat. karena korban pada kasus ini baru mengalami yang namanya putus cinta. mereka akan dengan segera menemukan penggantinya. Gejalanya hanya gelisah sesaat dan kurang tidur.
Yeah, sedikit pengalaman saya selama sepekan. yang pasti, saya bisa secara LIVE jambak-jambakan dengan keponakan yang terkutuk ganteng, Zeva dan cium-cium manja dengan ponakan baru, adeknya Zeva, Kyo yang ga kalah gantengnya.... *siapa dulu tantenya ^^V*
filosofi nama blog gue ini terinspirasi dari sifat kukang yang lucu, imut dan pemalu. kenapa pake kata 'setengah'..?? karena gue ga pemalu...!! hahahaa
Tampilkan postingan dengan label curahan hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curahan hati. Tampilkan semua postingan
Selasa, 07 Januari 2014
Senin, 28 Oktober 2013
Takut menjadi pemimpi ?!
Mari memulai untuk waktu yang gelap ini, ditemani musik beat NOW Trouble Maker yang asik tanpa music video yang,,,ahhh lebih baik jangan ditonton. ini sudah menunjukkan waktu nyaris pukul 23.00 wib, waktunya srigala-srigala di hutan sana berganti tugas dengan ayam jago yang berkokok. memulai aktivitas yang sungguh membosankan pasca menjadi alumnus.
Masih terus menikmati kebimbangan yang tidak ada muasalnya. hanya takut untuk melangkah dan memulai.
sebagian orang menyangka mungkin saya adalah orang yang tanpa beban, yang slalu bisa menimbulkan keceriaan, tanpa pernah marah dan sakit hati. NO NO NO.... kebanyakan dari mereka salah mengartikan. bisa dibilang kalau saya adalah seorang introvert, adapula yang berkata tanpa hati bahwa saya-memiliki-wajah-penipu !! #sungguh #keji
tapi mungkin sebagian orang yang lainnya itu benar. ya, benar dengan anggapan mereka itu. Saya tidak perlu menceritakan apapun, karena Tuhan jauh lebih tahu dari apa yang saya ketahui. Jadi, biarlah ini menjadi rahasia romantis antara kami, antara DIA dan si-introvert ini.
Begini, sebenarnya niat menulis ini adalah untuk mencurhatkan apa yang sedang dipendam. tapi berhubung si-introvert ini seorang yang berdarah A-, maka dari itu semua kekurangan cukup saya simpan baik-baik. sebaik mama mengandung saya. ada banyak yang sedang dipendam, mulai dari memikirkan ke depan harus bagaimana? apakah akan seperti? akankah menjadi? siapakan yang akan? semua pertanyaan-pertanyaan ini bak komedi putar di langit-langit kamar kosan saya. tentu saja hanya saya, Maya dan Tuhan yang bisa melihatnya. Please, jangan kepo !!
Semoga suatu saat nanti saya menyesal telah menulis ini : BAHWA SEKARANG SAYA HANYA TAKUT MENJADI PEMIMPI.
ya, takut bermimpi, takut mimpi ini tidak berakhir dengan taburan bintang-bintang emas di tepi pantai yang luas dengan pohon palm yang ditiup angin sepoi-sepoi. takut jika mimpi ini tidak berujung-pangkal, sungguh melelahkan, bukan???
Berusaha mengatakan "sedang menikmati saja", padahal sebenarnya di suatu ruang otak yang terpisah-pisah ini, sedang ada katrol kecil yang berputar kencang sampai aus. kalau saja waktu itu bisa dipinjam, setidaknya ada bank waktu seperti di film "in time" itu, pasti saya tidak akan merasakan takut sebagai pemimpi. HA HA HA >_<
Berjalanlah dengan baik, wahai kau, si pemimpi yang penakut....
jangan lupa untuk membawa keputusan yang tepat jika kau sudah letih menjadi penakut. hingga mimpi-mimpi mu berani adanya.
ada banyak mata di luar sana yang memandang, ada yang berkaca mata, ada yang berkontak lens, ada yang berteropong, dan ada pula dengan mata terpejam. pulanglah untuk membawa mimpi yang sempat kau takutkan ini. SELAMAT PAGI....!!!
Masih terus menikmati kebimbangan yang tidak ada muasalnya. hanya takut untuk melangkah dan memulai.
sebagian orang menyangka mungkin saya adalah orang yang tanpa beban, yang slalu bisa menimbulkan keceriaan, tanpa pernah marah dan sakit hati. NO NO NO.... kebanyakan dari mereka salah mengartikan. bisa dibilang kalau saya adalah seorang introvert, adapula yang berkata tanpa hati bahwa saya-memiliki-wajah-penipu !! #sungguh #keji
tapi mungkin sebagian orang yang lainnya itu benar. ya, benar dengan anggapan mereka itu. Saya tidak perlu menceritakan apapun, karena Tuhan jauh lebih tahu dari apa yang saya ketahui. Jadi, biarlah ini menjadi rahasia romantis antara kami, antara DIA dan si-introvert ini.
Begini, sebenarnya niat menulis ini adalah untuk mencurhatkan apa yang sedang dipendam. tapi berhubung si-introvert ini seorang yang berdarah A-, maka dari itu semua kekurangan cukup saya simpan baik-baik. sebaik mama mengandung saya. ada banyak yang sedang dipendam, mulai dari memikirkan ke depan harus bagaimana? apakah akan seperti? akankah menjadi? siapakan yang akan? semua pertanyaan-pertanyaan ini bak komedi putar di langit-langit kamar kosan saya. tentu saja hanya saya, Maya dan Tuhan yang bisa melihatnya. Please, jangan kepo !!
Semoga suatu saat nanti saya menyesal telah menulis ini : BAHWA SEKARANG SAYA HANYA TAKUT MENJADI PEMIMPI.
ya, takut bermimpi, takut mimpi ini tidak berakhir dengan taburan bintang-bintang emas di tepi pantai yang luas dengan pohon palm yang ditiup angin sepoi-sepoi. takut jika mimpi ini tidak berujung-pangkal, sungguh melelahkan, bukan???
Berusaha mengatakan "sedang menikmati saja", padahal sebenarnya di suatu ruang otak yang terpisah-pisah ini, sedang ada katrol kecil yang berputar kencang sampai aus. kalau saja waktu itu bisa dipinjam, setidaknya ada bank waktu seperti di film "in time" itu, pasti saya tidak akan merasakan takut sebagai pemimpi. HA HA HA >_<
Berjalanlah dengan baik, wahai kau, si pemimpi yang penakut....
jangan lupa untuk membawa keputusan yang tepat jika kau sudah letih menjadi penakut. hingga mimpi-mimpi mu berani adanya.
ada banyak mata di luar sana yang memandang, ada yang berkaca mata, ada yang berkontak lens, ada yang berteropong, dan ada pula dengan mata terpejam. pulanglah untuk membawa mimpi yang sempat kau takutkan ini. SELAMAT PAGI....!!!
Jumat, 20 September 2013
Merdeka-kah [?]
HWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA...... Ingin segera menepi ke laut lepas, teriak dan........... katakan,"I'M FREEDOM !!!!". Sayangnya belum ada waktu untuk bertemu tepi laut di tengah hiruk-pikuk geger kalong ini, hikhikhik.....
18 September 2013.
Dimana adalah hari yang nyaris membuat saya lupa bagaimana cara bernafas dengan benar, lupa bagaimana cara tidur yang nyenyak dan lupa kalau mimpi itu ada juga yang indah.
Why...why..why...???
Yaph...!!! itu hari SIDANG... sekali lagi, itu hari SIDANG. HariEKSEKUSI pendidikan 4 tahun di bangku perkuliahan. Bagaimana tidak kelimpungan, ketika pembukaan sidang, sang Dekan berkata,"kalian sudah siap?? pikirkan baik-baik terlebih dahulu, karena jika mundur sebelum sidang dibuka, maka akan diikutsertakan pada persidangan selanjutnya, namun jika mundur setelah sidang dibuka, maka kalian dianggap TIDAK LULUS !!!". #DEG !!!! jantung harus mengsingkronisasikan kembali iramanya setelah mendengar kata "TIDAK LULUS" T_____T
Penampilan pertama, pukul 08.00-09.30 WIB, satu setengah jam yang penuh sarat makna. satu setengah jam yang akan berakhir bahagia, atau mungkin penuh tangis penyesalan. satu setengah jam yang akan membawa senyum, atau justru emoticon gundah gulana. MANIS-ASAM-ASIN....Rame rasanyaaa. #NoIklan
flash back 2 bulan yang lalu......
ternyata walau senang menulis, tidak berarti itu senang mengerjakan skripsi juga >_<
tidak boleh menggunakan kata-kata puitis, tidak boleh merangkai kata-kata cinta, dan tiada kata galau apalagi 4L4Y. HA HA HA....
Stuck di bab 4, oh My God... harus guling-guling dipasir untuk mendapat ilham merangkai bab penuh cinta yang satu ini. Sudah pakai cara nangis-nangis sama mama, pakai cara lemah-lunglai dengan dosen pembimbing tercintaaaa dan nyaris jilat-jilat baygon *yang ini cuma intermezo*. Akhirnya, setelah melupakan sejenak dunia per-KPop-an, melupakan dunia per-FB-kan, per-Twitter-an dan dunia per-Blog-an, ACC itu didapatkan juga. SELAMAAAAAAAAAAAAAAAATTTTTTTTT !!! *Versi iklan mie*. Alhamdulillah sangat memuaskan ^_^
#NowPlaying : Hari Merdeka
Terimacinta dan kasih untuk sahabat-sahabat terhebat yang akan sukses bersama. Teruntuk Winda, desvi, syukri, heri, ikhsan, Ayu acung, anggi, ayut, Mbot, Ramlah, lokita, ana, restu, eri, ully, yora, nunung, sonia, nurul barkah, ghandy, azis, anisa andanitami, isti umi, riany, nupus, yogi dan untuk semua yang masih tersimpan di hati :)
Sekarang ada hal yang lebih sulit, ujian yang sebenar-benarnya ujian, MEREALISASIKAN CITA-CITA UNTUK MENJADI KAYA RAYA. Masih tinggi hasrat memiliki 3 SPBU di 3 negara itu, semoga ada jalannya. Amin....... 227897x
18 September 2013.
Dimana adalah hari yang nyaris membuat saya lupa bagaimana cara bernafas dengan benar, lupa bagaimana cara tidur yang nyenyak dan lupa kalau mimpi itu ada juga yang indah.
Why...why..why...???
Yaph...!!! itu hari SIDANG... sekali lagi, itu hari SIDANG. Hari
Penampilan pertama, pukul 08.00-09.30 WIB, satu setengah jam yang penuh sarat makna. satu setengah jam yang akan berakhir bahagia, atau mungkin penuh tangis penyesalan. satu setengah jam yang akan membawa senyum, atau justru emoticon gundah gulana. MANIS-ASAM-ASIN....Rame rasanyaaa. #NoIklan
flash back 2 bulan yang lalu......
ternyata walau senang menulis, tidak berarti itu senang mengerjakan skripsi juga >_<
tidak boleh menggunakan kata-kata puitis, tidak boleh merangkai kata-kata cinta, dan tiada kata galau apalagi 4L4Y. HA HA HA....
Stuck di bab 4, oh My God... harus guling-guling dipasir untuk mendapat ilham merangkai bab penuh cinta yang satu ini. Sudah pakai cara nangis-nangis sama mama, pakai cara lemah-lunglai dengan dosen pembimbing tercintaaaa dan nyaris jilat-jilat baygon *yang ini cuma intermezo*. Akhirnya, setelah melupakan sejenak dunia per-KPop-an, melupakan dunia per-FB-kan, per-Twitter-an dan dunia per-Blog-an, ACC itu didapatkan juga. SELAMAAAAAAAAAAAAAAAATTTTTTTTT !!! *Versi iklan mie*. Alhamdulillah sangat memuaskan ^_^
#NowPlaying : Hari Merdeka
Terimacinta dan kasih untuk sahabat-sahabat terhebat yang akan sukses bersama. Teruntuk Winda, desvi, syukri, heri, ikhsan, Ayu acung, anggi, ayut, Mbot, Ramlah, lokita, ana, restu, eri, ully, yora, nunung, sonia, nurul barkah, ghandy, azis, anisa andanitami, isti umi, riany, nupus, yogi dan untuk semua yang masih tersimpan di hati :)
Sekarang ada hal yang lebih sulit, ujian yang sebenar-benarnya ujian, MEREALISASIKAN CITA-CITA UNTUK MENJADI KAYA RAYA. Masih tinggi hasrat memiliki 3 SPBU di 3 negara itu, semoga ada jalannya. Amin....... 227897x
Sabtu, 20 Juli 2013
Berbuka Puasa Dengan Yang Manis
#EdisiPuasa
Assalamu'alaikum.... jumpa lagi, jumpa Aisa di sini. kangen yaaaaaaaaaa ^^
Gak kerasa puasa sudah memasuki hari ke-11 untuk pengikut NU. sudah hampir memasuki waktu pertengahan ramadhan,....
Bagaimana puasanya, temanS ???
masih lancar kan? belum ada yang bolong, kan? untuk para muslim tampan, semoga tidak terserang tamu bulanan ya, itu tuuu..si (M)alas...
Bulan puasa tahun ini sedikit berbeda, kenapa??? berikut penjabarannya :
1) Puasa tahun ini menjadi ajang "cepet-cepetan" untuk hengkang secara terhormat dari kampus tercinta. saya yakin dengan haqul, bahwa semua mahasiswa yang berstatus tingkat akhir, akan melatih kesabaran menghadapi dosen-dosen pembimbing mereka yang memiliki karakter "unik-unik-nyelekit" HI HI HI :D
2) Ini puasa ternikmat saya sebagai anak kosan, menjalani bersama teman-teman, tidak seperti tahun-tahun awal kuliah, hasrat "ngebet" untuk puasa di rumah tercintaHH begitu membuncaHH. mungkin karena ini tingkat akhir, jadi bandung terasa begitu hangat ditengah sejuknya similir angin menerpa kibasan rambut [udah kayak drama-drama meloww belum??], keluar jam 3 dini hari, mencari makanan sahur yang notabene dibeli pada orang padang di tanah sunda.
3) Puasa tanpa beliau.
Yap !! biasanya, ketika pulang ke kota tercinta, sosok hangat itu sudah dengan setia menjemput di bandara sebelum pesawat landing. sudah berdiri dideretan penjemput yang lain diluar gerbang tunggu. tapi tahun ini akan berbeda, ntah siapa nanti yang menunggu dari gerbang penjemputan, yang pasti bukan beliau lagi. kini Ia telah nyaman bersama Sang Penciptanya. Akan terasa sangat kehilangan ketika nanti, saat waktu berbuka tiba, tak ada ia di ruang makan, tak akan ada lagi. Happy fasting, Bapak :')
Assalamu'alaikum.... jumpa lagi, jumpa Aisa di sini. kangen yaaaaaaaaaa ^^
Gak kerasa puasa sudah memasuki hari ke-11 untuk pengikut NU. sudah hampir memasuki waktu pertengahan ramadhan,....
Bagaimana puasanya, temanS ???
masih lancar kan? belum ada yang bolong, kan? untuk para muslim tampan, semoga tidak terserang tamu bulanan ya, itu tuuu..si (M)alas...
Bulan puasa tahun ini sedikit berbeda, kenapa??? berikut penjabarannya :
1) Puasa tahun ini menjadi ajang "cepet-cepetan" untuk hengkang secara terhormat dari kampus tercinta. saya yakin dengan haqul, bahwa semua mahasiswa yang berstatus tingkat akhir, akan melatih kesabaran menghadapi dosen-dosen pembimbing mereka yang memiliki karakter "unik-unik-nyelekit" HI HI HI :D
2) Ini puasa ternikmat saya sebagai anak kosan, menjalani bersama teman-teman, tidak seperti tahun-tahun awal kuliah, hasrat "ngebet" untuk puasa di rumah tercintaHH begitu membuncaHH. mungkin karena ini tingkat akhir, jadi bandung terasa begitu hangat ditengah sejuknya similir angin menerpa kibasan rambut [udah kayak drama-drama meloww belum??], keluar jam 3 dini hari, mencari makanan sahur yang notabene dibeli pada orang padang di tanah sunda.
3) Puasa tanpa beliau.
Yap !! biasanya, ketika pulang ke kota tercinta, sosok hangat itu sudah dengan setia menjemput di bandara sebelum pesawat landing. sudah berdiri dideretan penjemput yang lain diluar gerbang tunggu. tapi tahun ini akan berbeda, ntah siapa nanti yang menunggu dari gerbang penjemputan, yang pasti bukan beliau lagi. kini Ia telah nyaman bersama Sang Penciptanya. Akan terasa sangat kehilangan ketika nanti, saat waktu berbuka tiba, tak ada ia di ruang makan, tak akan ada lagi. Happy fasting, Bapak :')
Minggu, 03 Februari 2013
Selamat Jalan.
Dulu...dulu sekali, ada penentangan untuk penyambungan tali kasih ini.
Hanya beralas keegoisan yang tak ingin berbagi. Rasa takut kehilangan, hingga buncahan kemarahan.
Sangat marah... sampai ku tak ingin melihat kebahagiaan tersebut. Membentengi diri dengan dinding pemisah, dinding yang tinggi dan kokoh, dinding kebencian.
Mencoba berbagai cara membatalkan pernikahan tersebut, menguasai diri dan pikiran dengan kecemasan serta memilih jalan pintas.
Ya, itu dulu...dulu sekali. Sewindu yang lalu...
Sewindu yang berkecimuk rasa benci, marah, angkuh, kasih, dan sayang.
Kelembutan hati mu, kebaikan mu, kesabaran mu menghadapi kami, serta ketulusan dan keikhlasan mu menjalani semua, itu merobohkan dinding pemisahku, dinding kebencian....
Yang ada kini hanya rasa sayang, rasa terus menjaga, rasa ingin membuat mu bangga, rasa yang tak ingin terpisah.
Waktu menyembuhkan luka.
Waktu mendinginkan amarah.
Waktu pula yang merubah benci menjadi kasih.
Dikala ku sakit, dikala ku menangis, dikala ku merintih, ada tangan bijak mu di sana.
Bapak...
Penyesalan itu kenapa slalu tiba di akhir?
Kenapa dia tak memperingati di awal?
Apa dia ingin mengajariku makna kehilangan?? Ya, kini ku paham. Sakit.
Kau menangis di waktu kau terbaring lemah, terharu dan berjanji untuk hadir di wisuda ku itu.
Tapi Tuhan mencari jalan lain untuk menghadiri hari spesial itu. Ya, DIA mengantar mu dari surganya yang gemerlap :')
Rerintik hujan mengantar pemakaman mu, linangan air mata menemani mu ke peristirahatan terakhir itu.
Ingat, kau janji untuk hadir. Bukankah janji itu harus ditepati? Maka, lakukanlah !! :')
Doa kami di sini, selalu.....
Hanya beralas keegoisan yang tak ingin berbagi. Rasa takut kehilangan, hingga buncahan kemarahan.
Sangat marah... sampai ku tak ingin melihat kebahagiaan tersebut. Membentengi diri dengan dinding pemisah, dinding yang tinggi dan kokoh, dinding kebencian.
Mencoba berbagai cara membatalkan pernikahan tersebut, menguasai diri dan pikiran dengan kecemasan serta memilih jalan pintas.
Ya, itu dulu...dulu sekali. Sewindu yang lalu...
Sewindu yang berkecimuk rasa benci, marah, angkuh, kasih, dan sayang.
Kelembutan hati mu, kebaikan mu, kesabaran mu menghadapi kami, serta ketulusan dan keikhlasan mu menjalani semua, itu merobohkan dinding pemisahku, dinding kebencian....
Yang ada kini hanya rasa sayang, rasa terus menjaga, rasa ingin membuat mu bangga, rasa yang tak ingin terpisah.
Waktu menyembuhkan luka.
Waktu mendinginkan amarah.
Waktu pula yang merubah benci menjadi kasih.
Dikala ku sakit, dikala ku menangis, dikala ku merintih, ada tangan bijak mu di sana.
Bapak...
Penyesalan itu kenapa slalu tiba di akhir?
Kenapa dia tak memperingati di awal?
Apa dia ingin mengajariku makna kehilangan?? Ya, kini ku paham. Sakit.
Kau menangis di waktu kau terbaring lemah, terharu dan berjanji untuk hadir di wisuda ku itu.
Tapi Tuhan mencari jalan lain untuk menghadiri hari spesial itu. Ya, DIA mengantar mu dari surganya yang gemerlap :')
Rerintik hujan mengantar pemakaman mu, linangan air mata menemani mu ke peristirahatan terakhir itu.
Ingat, kau janji untuk hadir. Bukankah janji itu harus ditepati? Maka, lakukanlah !! :')
Doa kami di sini, selalu.....
Pekanbaru, 3 Februari 2013.
Selasa, 16 Oktober 2012
Hai #2
Haiiiiiiiiiiiiiiii....... :)
iya, kamu. kamu semua yang sedang mengembangkan senyum nya untuk setiap detik rasa yang meraja.
sudah sewindu kah cinta ini tak menyapa??? ah... ingin memeluk setiap waktu yang tlah ku lewati tanpa kehadiran mu.
Betapa ingin semua terluap untuk kembali bercerita, tapi ada hasrat di seberang sana yang menahan jemari menari-nari pada malam yang sunyi. Dan kini kita bercumbu kembali, hei.. sang waktu :)
Apa kabar? semoga slalu bahagia. karena di setiap peristiwa, ada rasa yang singgah untuk tetap dijaga.
say loudest "HAIIIIIIIIIIIII" if you love each other, OK??? HAIIIIIIIIIIIII ^^
malam ini adalah malam yang kesekian kalinya rembulan berkedip genit untuk merakit kasih, dan itu...so sweet :)
pernah di suatu waktu kamu menghampiri kembali, tapi tak ku temui cerita yang sama, karena perbedaan itu selalu membawa kebahagiaan yang tak mungkin sanggup untuk di lupa.
ilalang yang dengan ikhlas tetap kokoh berdiri menanti semilir angin mengajak nya berdansa, untuk mempersembahkan ketenangan bagi sang waktu yang menunggunya di balik dunia yang berbeda. begitu pula Aku, menanti kenangan berbeda atas rasa yang menyerang di sini. iya, di sini.... di hati yang terpanah asmara ini :)
Na..na...na...na..na.. WOW, Fantastic Baby !
sungguh ini waktu yang panas, tapi bukan berarti pelukan itu tak dibutuhkan lagi. Ketenangan yang membuai jiwa yang slalu rindu akan kasih dan sayang. harus jujur berapa kali, heiiiii sang pencuri waktu??? aku sudah terlalu banyak bersumpah untuk mendapatkan ketenangan itu, bahkan itu menagih. Rasa sayang yang semua insan butuhkan :)
Malu-malu aku mengaku, karena ku tetap butuh waktu. waktu yang tak boleh di lepas, agar ku tak kehilangan mu. Haiiiiiiiiiiiiiiiiiii...... mari persembahkan kejujuran ini pada mahligai yang nyaman dan terus tembuh. meski terluka, tapi pengobatnya akan menyembuhkan yang retak itu, iya, serahkan itu, waktu!
iya, kamu. kamu semua yang sedang mengembangkan senyum nya untuk setiap detik rasa yang meraja.
sudah sewindu kah cinta ini tak menyapa??? ah... ingin memeluk setiap waktu yang tlah ku lewati tanpa kehadiran mu.
Betapa ingin semua terluap untuk kembali bercerita, tapi ada hasrat di seberang sana yang menahan jemari menari-nari pada malam yang sunyi. Dan kini kita bercumbu kembali, hei.. sang waktu :)
Apa kabar? semoga slalu bahagia. karena di setiap peristiwa, ada rasa yang singgah untuk tetap dijaga.
say loudest "HAIIIIIIIIIIIII" if you love each other, OK??? HAIIIIIIIIIIIII ^^
malam ini adalah malam yang kesekian kalinya rembulan berkedip genit untuk merakit kasih, dan itu...so sweet :)
pernah di suatu waktu kamu menghampiri kembali, tapi tak ku temui cerita yang sama, karena perbedaan itu selalu membawa kebahagiaan yang tak mungkin sanggup untuk di lupa.
ilalang yang dengan ikhlas tetap kokoh berdiri menanti semilir angin mengajak nya berdansa, untuk mempersembahkan ketenangan bagi sang waktu yang menunggunya di balik dunia yang berbeda. begitu pula Aku, menanti kenangan berbeda atas rasa yang menyerang di sini. iya, di sini.... di hati yang terpanah asmara ini :)
![]() |
| selalu buat senyuman di waktu yang kau miliki. |
Na..na...na...na..na.. WOW, Fantastic Baby !
sungguh ini waktu yang panas, tapi bukan berarti pelukan itu tak dibutuhkan lagi. Ketenangan yang membuai jiwa yang slalu rindu akan kasih dan sayang. harus jujur berapa kali, heiiiii sang pencuri waktu??? aku sudah terlalu banyak bersumpah untuk mendapatkan ketenangan itu, bahkan itu menagih. Rasa sayang yang semua insan butuhkan :)
Malu-malu aku mengaku, karena ku tetap butuh waktu. waktu yang tak boleh di lepas, agar ku tak kehilangan mu. Haiiiiiiiiiiiiiiiiiii...... mari persembahkan kejujuran ini pada mahligai yang nyaman dan terus tembuh. meski terluka, tapi pengobatnya akan menyembuhkan yang retak itu, iya, serahkan itu, waktu!
"Get your time, and keep it for your love. because you are the best i ever had" - Aisa Julia M.
Sabtu, 22 September 2012
Puisi Untu Bapak
Waktu adalah perantara yang tak terkira.
Semua bisa dia lewati dan pahami.
Meski hati tak berteduh untuk yang syahdu,
tapi waktu tau yang DIA mau.
Perjalanan waktu membuat ku sadar akan yang terdengar
sadar untuk yang terlihat
dan sadar untuk yang terasa
waktu juga yang membuat ku mengingat untuk yang terlupa.
kini waktu itu tlah berusia 7 tahun....
bukan yang tua memang,
tapi tak mudah untuk ia terus tumbuh.
hingga sayang ini mengalir bak semilir.
Bapak...
kini kau terkulai lemah di sana
oleh waktu, aku menangisi mu.
teringat ku akan keadaan yang sama pada ku...
dimana kau merawatku, tapi kini ku tak mampu.
Bapak...
dari sini, ku utus waktu akan doaku,
agar ia senantiasa memberikan waktu nya untuk mu...
agar ia senantiasa menjaga mu atas waktu nya...
agar sang waktu menyampaikan nya pada Tuhan ku.
Semua bisa dia lewati dan pahami.
Meski hati tak berteduh untuk yang syahdu,
tapi waktu tau yang DIA mau.
Perjalanan waktu membuat ku sadar akan yang terdengar
sadar untuk yang terlihat
dan sadar untuk yang terasa
waktu juga yang membuat ku mengingat untuk yang terlupa.
kini waktu itu tlah berusia 7 tahun....
bukan yang tua memang,
tapi tak mudah untuk ia terus tumbuh.
hingga sayang ini mengalir bak semilir.
Bapak...
kini kau terkulai lemah di sana
oleh waktu, aku menangisi mu.
teringat ku akan keadaan yang sama pada ku...
dimana kau merawatku, tapi kini ku tak mampu.
Bapak...
dari sini, ku utus waktu akan doaku,
agar ia senantiasa memberikan waktu nya untuk mu...
agar ia senantiasa menjaga mu atas waktu nya...
agar sang waktu menyampaikan nya pada Tuhan ku.
*Dear Bapak,
meski kini kau terbaring lemah di rumah sakit
tapi ku yakin, Tuhan itu baik pada mu.
karena Dia tau, kau pun baik pada Nya.
Tuhan akan segera mengangkat penyakit mu.
dan segera kau pulih kembali.....
Rabu, 05 September 2012
Bapak.
Teringat beberapa tahun yang lalu, tepatnya ketika Aku masih duduk di kelas 3 SMP. Hampir saja aku menggagalkan pernikahan itu.
pernikahan yang ku tentang bukan karena ku benci, tapi karena tak ingin ku ada jiwa baru yang hadir di rumah ini. Tiga tahun setelah perceraian mama dan papa, mama memutuskan untuk menikah lagi.
Mama memang masih muda dan cantik. beliau memang masih butuh pasangan yang melindungi kehormatannya. Waktu itu mungkin aku belum mengerti akan semua. predikat janda yang melekat ternyata akan dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang. tapi aku belum mengerti itu...
Seiring berjalannya waktu, sudah hampir 7 tahun keluarga baru ku ini terbentuk. tanpa ku sadari, rasa sayang itu kini tulus. Seorang bapak yang baik hatinya kini tlah ku anggap sebagai bapak kandung ku sendiri. di saat aku jatuh sakit dan harus di rawat selama 5 hari di rumah sakit, beliaulah yang banyak merawatku selain mama. mengantar-jemput ku sekolah, menunggu ku ketika pulang bimbel, dan sebagainya. Semua itu ia lakukan tanpa keluhan, yang mungkin tak kan ku dapat dari papa ku sendiri, sebutan untuk ayah biologis ku.
Kuasa Tuhan itu berbeda. Yang membolak-balikan hati manusia. pernah ketika awal ku menikah, tante ku berkata "sekarang mungkin kamu membencinya, tapi besok kamu sangat menyayanginya. dia itu baik". Saat itu juga dalam hati aku menolak dan menanamkan dalam diri bahwa semua yang dikatakan tante ku itu takkan pernah terjadi.
Tapi Allah SWT tau yang terbaik. Aku salah. kasih sayang yang Bapak tunjukkan, perlakuan-perlakuan kecil semacam membelikan setiap pagi jajanan untuk ponakan ku, dan banyak hal lainnya, itu membuat rasa sayang ku timbul untuk mengakuinya ayah. Semoga beliau selalu dalam lindungan Allah SWT dan diberi kesehatan. Amiin...
pernikahan yang ku tentang bukan karena ku benci, tapi karena tak ingin ku ada jiwa baru yang hadir di rumah ini. Tiga tahun setelah perceraian mama dan papa, mama memutuskan untuk menikah lagi.
Mama memang masih muda dan cantik. beliau memang masih butuh pasangan yang melindungi kehormatannya. Waktu itu mungkin aku belum mengerti akan semua. predikat janda yang melekat ternyata akan dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang. tapi aku belum mengerti itu...
Seiring berjalannya waktu, sudah hampir 7 tahun keluarga baru ku ini terbentuk. tanpa ku sadari, rasa sayang itu kini tulus. Seorang bapak yang baik hatinya kini tlah ku anggap sebagai bapak kandung ku sendiri. di saat aku jatuh sakit dan harus di rawat selama 5 hari di rumah sakit, beliaulah yang banyak merawatku selain mama. mengantar-jemput ku sekolah, menunggu ku ketika pulang bimbel, dan sebagainya. Semua itu ia lakukan tanpa keluhan, yang mungkin tak kan ku dapat dari papa ku sendiri, sebutan untuk ayah biologis ku.
Kuasa Tuhan itu berbeda. Yang membolak-balikan hati manusia. pernah ketika awal ku menikah, tante ku berkata "sekarang mungkin kamu membencinya, tapi besok kamu sangat menyayanginya. dia itu baik". Saat itu juga dalam hati aku menolak dan menanamkan dalam diri bahwa semua yang dikatakan tante ku itu takkan pernah terjadi.
Tapi Allah SWT tau yang terbaik. Aku salah. kasih sayang yang Bapak tunjukkan, perlakuan-perlakuan kecil semacam membelikan setiap pagi jajanan untuk ponakan ku, dan banyak hal lainnya, itu membuat rasa sayang ku timbul untuk mengakuinya ayah. Semoga beliau selalu dalam lindungan Allah SWT dan diberi kesehatan. Amiin...
Sabtu, 23 Juni 2012
Homesick yang bukan Rumah Sakit.
Mendung, dingin, Bandung, sendiri, dan berakhir hujan. Sempurna sudah semua alasan kerinduan akan Pekanbaru ku yang panas tapi menyejukkan itu.
Begini ini nih rasanya menjadi mahasiswa perantau yang rumahnya berbeda pulau dengan tempat menimba ilmu. Teman-teman yang lain sudah pada balik untuk melepas kerinduan sejenak dengan keluarga, tapi Aku?? Ahh.. syukurlah tekhnologi sudah cukup canggih. Ingin rasanya mencium tangan Om Alex, karena beliau berhasil menemukan alat yang disebut dengan telepon. Setidaknya mendengarkan suara mama, kakak, adik, dan ponakan itu S-E-S-U-A-T-U (sesuatu yang membuat rasa ingin pulang ini semakin dan semakin membuncah!!!)
Cuma bisa menghibur hati untuk tetap survive di kampung orang sembari mengatakan pada cermin, "Sabar... indah pada waktunya. Nanti kalau sudah pakai toga, semua terbayar kan kok. Mau jadi orang sukses nan kaya kan? Masih pengen punya 3 SPBU di 3 negara kan? Ya sudah, jadikan rindu ini cambuk untuk membuat semua itu jadi nyata. Gantikan waktu mu yang sudah kau gunakan untuk meraih semuanya itu!"
Begini ini nih rasanya menjadi mahasiswa perantau yang rumahnya berbeda pulau dengan tempat menimba ilmu. Teman-teman yang lain sudah pada balik untuk melepas kerinduan sejenak dengan keluarga, tapi Aku?? Ahh.. syukurlah tekhnologi sudah cukup canggih. Ingin rasanya mencium tangan Om Alex, karena beliau berhasil menemukan alat yang disebut dengan telepon. Setidaknya mendengarkan suara mama, kakak, adik, dan ponakan itu S-E-S-U-A-T-U (sesuatu yang membuat rasa ingin pulang ini semakin dan semakin membuncah!!!)
![]() |
| pict by google |
Cuma bisa menghibur hati untuk tetap survive di kampung orang sembari mengatakan pada cermin, "Sabar... indah pada waktunya. Nanti kalau sudah pakai toga, semua terbayar kan kok. Mau jadi orang sukses nan kaya kan? Masih pengen punya 3 SPBU di 3 negara kan? Ya sudah, jadikan rindu ini cambuk untuk membuat semua itu jadi nyata. Gantikan waktu mu yang sudah kau gunakan untuk meraih semuanya itu!"
Rabu, 20 Juni 2012
H - sekian.
Wah, udah lama ga buka page blog. Kangen juga ternyata. Sibuk dengan aktivitas kampus yang..... SEALAIHUM GAMBRENG ! #Cieeee...sok sibuk.
Sore ini, pasca UAS Akuntansi Perbankan dan Akuntansi Management, alhamdulillah, otak masih tersisa walau hanya seuprit. Perpaduan yang apik emang dua mata kuliah ini, disatukan untuk membuat manusia-manusia yang bernaung di bawah jurusan pendidikan akuntansi - UPI menjadi manusia setengah zombie... #Good Luck For examinations.
Hawa panas yang membungkus Bandung beberapa hari ini membuat rindu semakin membuncah akan Pekanbaru ku. Raga memang masih di ruangan 3x4 ini, tapi jiwa sudah melanglangbuana ke kotanya. Apa daya, masih ada KKN (Kuliah Kerja Nyata) di depan mata, sebelum jiwa dan raga ini benar-benar pada area dan waktu yang sama.
Sistem online pada penempatan KKN, mendamparkan ku pada sebuah desa Cangkuang di Kabupaten Bandung. Entah itu tempat seperti apa, namanya pun baru ku dengar, bahkan beberapa teman yang berdomisili di Bandung ada yang gak tau *dan google map pun sulit melacak nya*.
Hanya berserah kepada Nya, semoga tempat ini menyenangkan, aman dan nyaman, dan nilai KKN ku minimal "A"
Sore ini, pasca UAS Akuntansi Perbankan dan Akuntansi Management, alhamdulillah, otak masih tersisa walau hanya seuprit. Perpaduan yang apik emang dua mata kuliah ini, disatukan untuk membuat manusia-manusia yang bernaung di bawah jurusan pendidikan akuntansi - UPI menjadi manusia setengah zombie... #Good Luck For examinations.
Hawa panas yang membungkus Bandung beberapa hari ini membuat rindu semakin membuncah akan Pekanbaru ku. Raga memang masih di ruangan 3x4 ini, tapi jiwa sudah melanglangbuana ke kotanya. Apa daya, masih ada KKN (Kuliah Kerja Nyata) di depan mata, sebelum jiwa dan raga ini benar-benar pada area dan waktu yang sama.
Sistem online pada penempatan KKN, mendamparkan ku pada sebuah desa Cangkuang di Kabupaten Bandung. Entah itu tempat seperti apa, namanya pun baru ku dengar, bahkan beberapa teman yang berdomisili di Bandung ada yang gak tau *dan google map pun sulit melacak nya*.
Hanya berserah kepada Nya, semoga tempat ini menyenangkan, aman dan nyaman, dan nilai KKN ku minimal "A"
Selasa, 05 Juni 2012
Ayo, Canangkan hidup 20 Ribu/hari dengan Saya!!
Untuk kesekian kalinya, setelah lama tak menulis, akhinya blog yang telah dipenuhi sarang laba-laba ini dikunjungi juga. Hiatus dari berbagai aktivitas untuk aktivitas lainnya, yah, cara jitu yang tak ampuh memang, fiufht....!
Tapi paling gak cukup untuk memanfaatkan waktu lebih tepat guna.
Malam ini Aku mau cerita. Cerita yang bisa dibilang penting, tapi ga penting-penting banget sih.
Bermula dari cita-cita untuk menjadi kaya raya, yang terpantri dari hati sanubari, diawali niat dan usaha, memiliki 3 SPBU di 3 negara #fighting
Ketidak singkronisasian itu mungkin bisa jadi alat penyambung untuk cerita kali ini.
Ditawari untuk menanam investasi itu memang sangat menggiurkan, apalagi prospek yang baik dan menguntungkan ada di depan mata. Siapa sih yang ga mau???? dengan modal di tangan, prospek yang bagus, dan perancangan invest yang matang, serta kesempatan yang ada tentunya.
Hanya dijejali waktu satu bulan memang, tapi ternyata Aku lupa kalau Aku adalah seorang gadis imut-lucu-menyenangkan yang sedang berkuliah di pulang seberang.
Singkat cerita, uang 5 juta ini ku invest kan semua tanpa memperhitungkan uang yang masih menginap di dompet. Kontrak ditanda tangani, tangan sudah berjabat, dan... DEAL! kontrak itu berakhir 25 juni, dan hari itu masih tertanggal 27 Mei, itu artinya masih ada waktu 29 hari lagi untuk menuju tanggal 25 juni.
Laba yang masih di depan mata itu terus terbayang, membuat senyum semeringah, hingga akhirnya ku tersadar dari lamunan yang membuyarkan senyum semeringah itu. OMG, ini baru tanggal 27 Mei, dan aku harus menghabiskan waktu sebulan ini hanya dengan uang yang tak lebih dari Rp. 750.000, dan itu belum dipotong uang laundry bulanan, kiriman paket untuk kakak, serta masih banyak beban-beban lainnya yang belum terduga dan akan-tak-menduga jika sudah terduga #nangis
Hari ini tanggal 4 juni, dan dua hari yang lalu saya melupakan sesuatu. yah, melupakan beban-yang-belum-terduga-dan-tak-akan-menduga-jika-sudah-terduga itu.
menginap 2 hari di kosan Desvi itu ternyata bukan ide yang baik untuk bulan juni. Jalan-jalan ke ciwalk, dan mampir, kemudian makan. Batagor ter-NISTA di bulan juni dengan trik penjualan penipu kelas kekap. tertera harga di menu Rp 7.200/pc, yang ku kira adalah seporsi, ternyata benar-benar per-pack, atau lebih tepatnya SATU BIJI. dan aku harus membayar Rp 21.600 untuk makanan sekelas batagor yang aku sendiri tak tau apa rasa batagor tersebut. ingin meratapi nasib, mengeluarkan kembali batagornya, kemudian meminta paksa kembali uang ku itu #nangis
Pepatah tetaplah pepatah. nasi sudah menjadi bubur, dan ayam pun sedang musim kawin, hingga tak bisa dibuat bubur ayam. yang paling penting adalah Aku gak suka bubur !!
dengan uang yang tersisa Rp.450.000 ini, aku harus mampu bertahan tanpa menjual harga diri kepada mama #nangis
Akhirnya ku putuskan untuk curhat kepada kakak, berharap ia iba dan sedih melihat adiknya yang cerdas dan baik ini. tapi lagi-lagi perencanaan ku salah. Sang kakak yang tadinya ku kira bisa menjadi tempat pelipur lara dan mungkin saja bisa membantu ku menopang hidup hingga 25 juni nanti, hanya berfilsafat,"bersaki-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian".
Tapi dia masih berbaik hati untuk mau mengisikan ku pulsa. dan aku terharu #nangis
setelah itu aku sms dia, begini isi sms nya :
Beberapa menit kemudian SMS-pun berbalas darinya,
#BLEK!
Ku yakini bahwa yang membalas sms itu adalah kakak ku, Dian. yang memiliki mama yang sama, dan papa yang tak berbeda dengan ku.
Tapi paling gak cukup untuk memanfaatkan waktu lebih tepat guna.
Malam ini Aku mau cerita. Cerita yang bisa dibilang penting, tapi ga penting-penting banget sih.
Bermula dari cita-cita untuk menjadi kaya raya, yang terpantri dari hati sanubari, diawali niat dan usaha, memiliki 3 SPBU di 3 negara #fighting
Ketidak singkronisasian itu mungkin bisa jadi alat penyambung untuk cerita kali ini.
Ditawari untuk menanam investasi itu memang sangat menggiurkan, apalagi prospek yang baik dan menguntungkan ada di depan mata. Siapa sih yang ga mau???? dengan modal di tangan, prospek yang bagus, dan perancangan invest yang matang, serta kesempatan yang ada tentunya.
Hanya dijejali waktu satu bulan memang, tapi ternyata Aku lupa kalau Aku adalah seorang gadis imut-lucu-menyenangkan yang sedang berkuliah di pulang seberang.
Singkat cerita, uang 5 juta ini ku invest kan semua tanpa memperhitungkan uang yang masih menginap di dompet. Kontrak ditanda tangani, tangan sudah berjabat, dan... DEAL! kontrak itu berakhir 25 juni, dan hari itu masih tertanggal 27 Mei, itu artinya masih ada waktu 29 hari lagi untuk menuju tanggal 25 juni.
Laba yang masih di depan mata itu terus terbayang, membuat senyum semeringah, hingga akhirnya ku tersadar dari lamunan yang membuyarkan senyum semeringah itu. OMG, ini baru tanggal 27 Mei, dan aku harus menghabiskan waktu sebulan ini hanya dengan uang yang tak lebih dari Rp. 750.000, dan itu belum dipotong uang laundry bulanan, kiriman paket untuk kakak, serta masih banyak beban-beban lainnya yang belum terduga dan akan-tak-menduga jika sudah terduga #nangis
Hari ini tanggal 4 juni, dan dua hari yang lalu saya melupakan sesuatu. yah, melupakan beban-yang-belum-terduga-dan-tak-akan-menduga-jika-sudah-terduga itu.
menginap 2 hari di kosan Desvi itu ternyata bukan ide yang baik untuk bulan juni. Jalan-jalan ke ciwalk, dan mampir, kemudian makan. Batagor ter-NISTA di bulan juni dengan trik penjualan penipu kelas kekap. tertera harga di menu Rp 7.200/pc, yang ku kira adalah seporsi, ternyata benar-benar per-pack, atau lebih tepatnya SATU BIJI. dan aku harus membayar Rp 21.600 untuk makanan sekelas batagor yang aku sendiri tak tau apa rasa batagor tersebut. ingin meratapi nasib, mengeluarkan kembali batagornya, kemudian meminta paksa kembali uang ku itu #nangis
Pepatah tetaplah pepatah. nasi sudah menjadi bubur, dan ayam pun sedang musim kawin, hingga tak bisa dibuat bubur ayam. yang paling penting adalah Aku gak suka bubur !!
dengan uang yang tersisa Rp.450.000 ini, aku harus mampu bertahan tanpa menjual harga diri kepada mama #nangis
Akhirnya ku putuskan untuk curhat kepada kakak, berharap ia iba dan sedih melihat adiknya yang cerdas dan baik ini. tapi lagi-lagi perencanaan ku salah. Sang kakak yang tadinya ku kira bisa menjadi tempat pelipur lara dan mungkin saja bisa membantu ku menopang hidup hingga 25 juni nanti, hanya berfilsafat,"bersaki-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian".
Tapi dia masih berbaik hati untuk mau mengisikan ku pulsa. dan aku terharu #nangis
setelah itu aku sms dia, begini isi sms nya :
Makasih ya kak Dian pulsanya. pulsa ini sangat berarti untuk adek. semoga rezeki kak dian dilancarkan, amiin..
Beberapa menit kemudian SMS-pun berbalas darinya,
Amiin, doa fakir miskin itu biasanya dikabulkan Allah.
#BLEK!
Ku yakini bahwa yang membalas sms itu adalah kakak ku, Dian. yang memiliki mama yang sama, dan papa yang tak berbeda dengan ku.
Rabu, 16 Mei 2012
nyanyian hutan merayu
senandung mata melirik
ke kiri dan ke kanan...
menjelajahi kertas putih jemari ini menari
oh...indahnya nyanyian merpati di senja itu
rerintikan hujan memecah lamunan sang hutan
aku tersenyum bersama hawa yang berselubung
wanginya sungguh merona
menggoda hati yang merekah oleh cinta
berjalan setapak demi setapak
melewati rerimbunan ilalang yang basah
oh...indahnya nyanyian merpati di senja itu
sinar orange yang hangat mengintip dari balik ranting-ranting
rerintikan hujan memecah lamunan sang hutan
kini berpindah pada tanah yang basah
yang tak mengenal cinta, yang merana
oh...indahnya nyanyian merpati di senja itu..
ke kiri dan ke kanan...
menjelajahi kertas putih jemari ini menari
oh...indahnya nyanyian merpati di senja itu
rerintikan hujan memecah lamunan sang hutan
aku tersenyum bersama hawa yang berselubung
wanginya sungguh merona
menggoda hati yang merekah oleh cinta
berjalan setapak demi setapak
melewati rerimbunan ilalang yang basah
oh...indahnya nyanyian merpati di senja itu
sinar orange yang hangat mengintip dari balik ranting-ranting
rerintikan hujan memecah lamunan sang hutan
kini berpindah pada tanah yang basah
yang tak mengenal cinta, yang merana
oh...indahnya nyanyian merpati di senja itu..
Rabu, 02 Mei 2012
Rentangan Kata
Jika rindu itu adalah tumpukan kain perca,
maka akan ku jahit ia menjadi satu kesatuan pakaian nan indah untuk kau kenakan.
Ketika mata bertaut dalam sebuah lirikan, lalu dirasakan ada gelombang cinta, maka itulah kebahagiaan.
Hanyut dalam senyum sendu di pinggir perapian, membuai lamunan semakin membuncah.
Setitik demi setitik semakin penuh.
Di bawah alam sadar sedang mencinta...
Andai pujangga itu tau, maka dia akan berbalik, lalu akankah menyapa?
Selasa, 24 April 2012
Meniti Pencarian.
Tak mudah untuk tetap menerima keadaan di luar kemauan.
Berusaha mengemban ketidaksukaan adalah dianggap wajar.
Namun tiba masanya itu menjadi sakral kemudian menjadi kewajiban.
Untuk tetap bertahan itu, tidak hanya suasana nyaman, namun situasional.
Seberapa kuat kau untuk menjadi tangguh...
Seberapa lama waktu yang kau butuhkan untuk menjadi pemenang...
Kesukaran itu akan mengikat kita dan tak membiarkan untuk bernafas lega.
Kesukaran hanya akan menjadi kawan jika kau mengizinkan nya menyukarkan mu.
Ada yang mengatakan bahwa angin akan menerbangkan kesukaran mu,
Namun apa jadinya jika angin itu berbalik arah ketika ia belum sempat menghampiri?
Apakan kau akan bertahan untuk kesukaran...
Senyuman adalah air bagi api kesukaran.
Walau hanya seember demi seember,
Setidaknya ia mencoba mendinginkan.
Kau adalah apa yang kau pikirkan.
Kau adalah apa yang kau simpan di hati mu.
Dan kau adalah imajinasi berwujud dari mu.
Lalu bagian mana yang akan kau lewati...
Sebuah jalan berkerikil dengan secercah cahaya lilin kecil,
Atau justru jalan mulus bebas hambatan di tengah belantara...
Kau adalah pemenang bagi jiwa mu.
Kau adalah raja untuk ego mu.
![]() |
| sumber photo by: HidupUntukIbu |
Sabtu, 21 April 2012
CEMBURU BUTA.
Perasaan ini sungguh menyiksa...
ketika mencintai tapi tak dapat meraih..
memandang sekeliling kamar, hampa...sungguh ku hampa tanpa mu.
hanya bisa mendengarkan dari jalur seberang, oh...
justru semakin menyiksaku..
jika ku diberikan dua pilihan,
sekarang
melihat atau mendengar?
aku akan lebih memilih melihat.
karena pendengaran ini menyiksa batinku dari jalur seberang
ya...aku cemburu. cemburu ini cemburu buta.
tak melihat mu 2 hari saja, sepertiku kehilangan waktu sewindu.
tapi tak lebih menyakitkan jika ku tak mendengar yang lain dari seberang
mencoba mengintip-intip dari balik pintu coklat itu
menyaksikan alunan tune demi tune, oh...
ini sungguh cemburu yang sebenar-benarnya cemburu
ini cemburu buta..
TV ku sayang, TV ku malang...
tak melihat mu dua hari ini sungguh menyiksaku.
terlebih lagi menyiksa ketika mendengat TV tetangga itu menyala.
aku cemburu...
cemburu buta...
lekaslah sembuh sayang, ku kan merawatmu kelak dengan hati sanubariku...
ketika mencintai tapi tak dapat meraih..
memandang sekeliling kamar, hampa...sungguh ku hampa tanpa mu.
hanya bisa mendengarkan dari jalur seberang, oh...
justru semakin menyiksaku..
jika ku diberikan dua pilihan,
sekarang
melihat atau mendengar?
aku akan lebih memilih melihat.
karena pendengaran ini menyiksa batinku dari jalur seberang
ya...aku cemburu. cemburu ini cemburu buta.
tak melihat mu 2 hari saja, sepertiku kehilangan waktu sewindu.
tapi tak lebih menyakitkan jika ku tak mendengar yang lain dari seberang
mencoba mengintip-intip dari balik pintu coklat itu
menyaksikan alunan tune demi tune, oh...
ini sungguh cemburu yang sebenar-benarnya cemburu
ini cemburu buta..
TV ku sayang, TV ku malang...
tak melihat mu dua hari ini sungguh menyiksaku.
terlebih lagi menyiksa ketika mendengat TV tetangga itu menyala.
aku cemburu...
cemburu buta...
lekaslah sembuh sayang, ku kan merawatmu kelak dengan hati sanubariku...
Senin, 16 April 2012
Kenangan tertinggalkan waktu
Termenung ku di sore yang gelap ini. Merenungi sebuah kejadian dalam proses kehidupan di masa lalu yang ku sapa dengan kenangan.
Hei.... kenangan, jika ku boleh meminta dengan Sang Pencipta, ingin ku hapus kau dari ingatan ku. ingin ku coret engkau menggunakan tinta merah, kemudian meremukkan mu, dan ku bakar kau hingga menjadi abu. Abu yang akan terbang bersama udara yang akan membawa mu pergi dari ingatan.
Tahu kah kau wahai kenangan? kau hanya menjadi setitik nila yang merusak kehidupanku, yang menumbuhkan kebencian di hatiku, yang memaksa ku mengeluarkan air mata yang tak ingin ku keluarkan.
Menistakan sebuah kehidupan, yang ku harapkan hanya ada untaian-untaian kebahagiaan, senyuman dan canda-tawa di dalamnya. Haruskah kau menjelma menjadi sosok hitam di memory ini??
Kenangan, jika ku sanggup, sungguh ingin ku membenci mu selamanya. Semampu ku bisa membenci.
jika ku sanggup, ku ingin mencampakkan mu. Menjauhi mu dari hidup ku. Melepaskan mu terbang dan membiarkan hujan itu menyapu mu dari bumi kehidupan ku.
Sekeras apa Aku berusaha untuk tidak melihatmu lagi, menoleh ke halaman yang sudah ku lalui, mencoba untuk menutup mati buku yang pernah kau berikan untuk aku menulisnya. Hei kenangan.... Aku tak mampu!!! Sadarkah kau, AKU TAK MAMPU MELAKUKAN ITU...!!!
Bahkan aku mengizinkan setan-setan itu untuk membisikkan berjuta kebencian di hati ku untuk dapat membenci mu, untuk dapat melupakan mu, untuk dapat mengenyahkan mu dari proses hidupku, tapi ku tak mampu.
Kenangan....
Tahukah kau, aku lelah. lelah untuk mencoba membenci.
Tahukah kau, aku menangis. menangisi kenanganku....
Dan tahukah kau, ku merindukan mu.
Sungguh kini aku menyerah. Hanya bisa menerimamu.
Kering sudah air mataku membenci mu, tapi ku tak mampu.
Kau adalah anugerah sekaligus kenangan terindah yang Tuhan selipkan ditidur ku yang panjang.
Seberapa banyakpun kau berbuat, menyakiti dan mengiris rasa yang ada di sini... yah, di sini....
Tapi aku tak mampu mengenyahkan mu. Sedikitpun tidak...!
Kau tahu mengapa?
Karena kenangan, Kau adalah Ayah ku.... :')
Hei.... kenangan, jika ku boleh meminta dengan Sang Pencipta, ingin ku hapus kau dari ingatan ku. ingin ku coret engkau menggunakan tinta merah, kemudian meremukkan mu, dan ku bakar kau hingga menjadi abu. Abu yang akan terbang bersama udara yang akan membawa mu pergi dari ingatan.
Tahu kah kau wahai kenangan? kau hanya menjadi setitik nila yang merusak kehidupanku, yang menumbuhkan kebencian di hatiku, yang memaksa ku mengeluarkan air mata yang tak ingin ku keluarkan.
Menistakan sebuah kehidupan, yang ku harapkan hanya ada untaian-untaian kebahagiaan, senyuman dan canda-tawa di dalamnya. Haruskah kau menjelma menjadi sosok hitam di memory ini??
Kenangan, jika ku sanggup, sungguh ingin ku membenci mu selamanya. Semampu ku bisa membenci.
jika ku sanggup, ku ingin mencampakkan mu. Menjauhi mu dari hidup ku. Melepaskan mu terbang dan membiarkan hujan itu menyapu mu dari bumi kehidupan ku.
Sekeras apa Aku berusaha untuk tidak melihatmu lagi, menoleh ke halaman yang sudah ku lalui, mencoba untuk menutup mati buku yang pernah kau berikan untuk aku menulisnya. Hei kenangan.... Aku tak mampu!!! Sadarkah kau, AKU TAK MAMPU MELAKUKAN ITU...!!!
Bahkan aku mengizinkan setan-setan itu untuk membisikkan berjuta kebencian di hati ku untuk dapat membenci mu, untuk dapat melupakan mu, untuk dapat mengenyahkan mu dari proses hidupku, tapi ku tak mampu.
Kenangan....
Tahukah kau, aku lelah. lelah untuk mencoba membenci.
Tahukah kau, aku menangis. menangisi kenanganku....
Dan tahukah kau, ku merindukan mu.
Sungguh kini aku menyerah. Hanya bisa menerimamu.
Kering sudah air mataku membenci mu, tapi ku tak mampu.
Kau adalah anugerah sekaligus kenangan terindah yang Tuhan selipkan ditidur ku yang panjang.
Seberapa banyakpun kau berbuat, menyakiti dan mengiris rasa yang ada di sini... yah, di sini....
Tapi aku tak mampu mengenyahkan mu. Sedikitpun tidak...!
Kau tahu mengapa?
Karena kenangan, Kau adalah Ayah ku.... :')
Untuk Papa:
Jika suatu hari nanti Papa membaca tulisan ini,
Aisa mohon maaf. hanya mampu mengungkapkannya di sini.
Papa, bagaimanapun masa lalu, baik dulu maupun sekarang dan selamanya,
Aisa sayang Papa, merindukan keluarga kita yang dulu.
Semoga Papa slalu sehat dan bahagia.
Minggu, 01 April 2012
ketika si "ndeso" jatuh cinta
semakin larut untuk ditemani malam sang rembulan.
menikmati wanginya udara yang membuai lamunan.
ku membuncah untuk terus memandang.
riang...terus tersenyum tanpa tau yang terbilang.
mungkin nyanyian jangkrik itu tidak merdu.
tapi dia setia menemani malam ku.
seperti tatapan tajam sang burung hantu.
ah... memikirkan mu membuat ku tersipu malu.
cinta.... kau dimana kini?
jika kau adalah cahaya,
maka terangi malam ku.
jika kau udara,
rasuki lah paru-paru ku hingga penuh dengan nama mu.
dan jika kau adalah api, maka jadilah api unggun yang menghangatkan.
biarkan gelembung-gelembung itu terbang bersama angin....
menghantarkan kasihku yang malu untuk diri mu.
biarkan embun itu tetap menyejukkan pagi nya....
hingga kau merasakan cinta ini masih murni untuk mu.
seperti kaktus di padang pasir
tetap berdiri kokoh walau diterpa terik nya mentari.
seperti teratai di tengah kolam
akan terus bertahan dengan kelemahannya.
cinta....
sungguh kau tak akan pernah tau jika ku mencinta mu
karena hanya ada rasa yang tersimpan apik
yang tak mampu menyeruak dari sini... dari hati...
cukup si "ndeso" dan pemilik nya yang menyimpan rahasia ini..rasa ini...
menikmati wanginya udara yang membuai lamunan.
ku membuncah untuk terus memandang.
riang...terus tersenyum tanpa tau yang terbilang.
mungkin nyanyian jangkrik itu tidak merdu.
tapi dia setia menemani malam ku.
seperti tatapan tajam sang burung hantu.
ah... memikirkan mu membuat ku tersipu malu.
cinta.... kau dimana kini?
jika kau adalah cahaya,
maka terangi malam ku.
jika kau udara,
rasuki lah paru-paru ku hingga penuh dengan nama mu.
dan jika kau adalah api, maka jadilah api unggun yang menghangatkan.
biarkan gelembung-gelembung itu terbang bersama angin....
menghantarkan kasihku yang malu untuk diri mu.
biarkan embun itu tetap menyejukkan pagi nya....
hingga kau merasakan cinta ini masih murni untuk mu.
seperti kaktus di padang pasir
tetap berdiri kokoh walau diterpa terik nya mentari.
seperti teratai di tengah kolam
akan terus bertahan dengan kelemahannya.
cinta....
sungguh kau tak akan pernah tau jika ku mencinta mu
karena hanya ada rasa yang tersimpan apik
yang tak mampu menyeruak dari sini... dari hati...
cukup si "ndeso" dan pemilik nya yang menyimpan rahasia ini..rasa ini...
![]() | |
| i'm in to you |
Senin, 12 Maret 2012
My First Book [?] what's the next..... ??
semua bermula dari sini
finally.......
punya KARYA "BERWUJUD" juga
bangga? JELAS. puas? BELUM.
Alhamdulillah terucapkan untuk Tuhan ku yang ESA, Allah SWT. TERIMA KASIH untuk MAMA ku, wanita paling cantik yang pernah ku temui.untuk kakak ku, DIAN. untuk adik ku, IRDA, dan untuk semua sahabat-sahabat nyata dan kemudian sahabat-sahabat nyata bukan maya. untuk semua orang-orang yang sudah pernah ku temui.
finally.......
punya KARYA "BERWUJUD" juga
bangga? JELAS. puas? BELUM.
Alhamdulillah terucapkan untuk Tuhan ku yang ESA, Allah SWT. TERIMA KASIH untuk MAMA ku, wanita paling cantik yang pernah ku temui.untuk kakak ku, DIAN. untuk adik ku, IRDA, dan untuk semua sahabat-sahabat nyata dan kemudian sahabat-sahabat nyata bukan maya. untuk semua orang-orang yang sudah pernah ku temui.
sinopsis "Sang Gadis Berpeluh Rasa" :
Terkadang oleh ku berlinang air mata ini di bawah alam sadarku. Sulit untuk mendeskripsikan perasaan ini. Perasaan seorang anak yang sangat merindukan sosok Ibunda yang begitu ia sayangi. Namun inilah hidup, penuh dengan perjuangan, yang hanya dihadapi oleh dua pilihan. Jika bukan BEKERJA KERAS, BERARTI MATI.
Untuk membuat simpul senyum kebahagian malaikat yang ku sapa dengan sebutan Mama itu, maka ku rela terpisahkan oleh jarak yang menjadi pemisah oleh sebuah selat berbeda pulau. Melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya, mencari ilmu dan lulus dengan predikat terbaik, hingga ku buat malaikat itu bangga telah melahirkan sosok ini dari rahim nya. Beliau segalanya bagiku, tiada kebahagiaan di bumi ini yang menjadi nyata bila senyumannya tak ku temui. Inilah Aku, sang Gadis berpeluh rasa yang setia oleh sang malam untuk sebuah keajaiban.
Siapa Aku ini Tuhan? Aku hanya seorang manusia yang berharap perubahan lebih baik dalam hidupku.
Siapakah Aku ini Tuhan? Aku hanya makhluk yang selalu ingin bersyukur dengan Mu.
Siapakah Aku ini Tuhan? Aku hanyalah sebatang ilalang dari ribuan kaktus yang berduri.
Siapakah Aku ini Tuhan? Aku hanya manusia biasa, yang memiliki hasrat dan hawa nafsu.
Siapakah Aku ini Tuhan? Aku hanyalah seorang anak yang merindukan sosok ayah
Siapakah Aku ini Tuhan? Aku hanya makhluk-Mu.
Selasa, 06 Maret 2012
HEY.....
hey.....iya, kamu. kamu yang sedang membidik hatiku yang malu-malu.
sedang apa kamu di dalam sana?
sedang memotret hati merah jambu?
atau justru sedang mengukir nama "abu-abu" yang masih terlihat palsu?
hey... hari sudah malam rupanya. tapi aku belum mampu memejamkan mata yang masih ingin membara ini. tertidur untuk yang kesekian kalinya itu indah, hingga aku takut untuk melakukannya.
kamu siapa? kita belum pernah bertemu. tapi kenapa sudah tau alamatku? ahh...itu alamat palsu.
hey...jangan berlama-lama disana. sebentar lagi siang, senja berganti terang. takut kau akan pulang, mari kita berdendang. pam..pam..pam...syubidu la..la... ~~~~
merona-rona wajah merajut malu. ahh...tapi aku mau untuk menunggu.
hey...seperti putri menunggu pangeran.
tapi aku bukan putri, lalu kau siapa? pangeran? ahh..bukan. aku dan kamu itu hanya pemeran, yang belum papasan, dan dibatasi membran.
malam ini dingin, dan ku rasa angin mengitari labirin mencari kamu. tapi tak ketemu.
hey...kamu jangan lari-lari difikiranku. keluarlah, nanti kamu terjatuh. tak apa jika itu ke hatiku. nanti ku suguhi sejuta kalbu bertahtakan cinta untukmu. beginilah aku, mungkin sedang menggila oleh mu. huhuhuhu....
minggu lalu kau terbit di mimpiku. mencubitku, hingga ku bangun terbirit-birit. ahh...sakit.
kini aku sibuk menata diri. berfikir jernih untuk sijantung hati, yang menjadi teman hidup suatu hari nanti. mungkin tidak terlalu dini, yang penting siap berimplementasi pada yang hakiki. dan itu, PASTI....
sedang apa kamu di dalam sana?
sedang memotret hati merah jambu?
atau justru sedang mengukir nama "abu-abu" yang masih terlihat palsu?
hey... hari sudah malam rupanya. tapi aku belum mampu memejamkan mata yang masih ingin membara ini. tertidur untuk yang kesekian kalinya itu indah, hingga aku takut untuk melakukannya.
kamu siapa? kita belum pernah bertemu. tapi kenapa sudah tau alamatku? ahh...itu alamat palsu.
hey...jangan berlama-lama disana. sebentar lagi siang, senja berganti terang. takut kau akan pulang, mari kita berdendang. pam..pam..pam...syubidu la..la... ~~~~
merona-rona wajah merajut malu. ahh...tapi aku mau untuk menunggu.
hey...seperti putri menunggu pangeran.
tapi aku bukan putri, lalu kau siapa? pangeran? ahh..bukan. aku dan kamu itu hanya pemeran, yang belum papasan, dan dibatasi membran.
malam ini dingin, dan ku rasa angin mengitari labirin mencari kamu. tapi tak ketemu.
hey...kamu jangan lari-lari difikiranku. keluarlah, nanti kamu terjatuh. tak apa jika itu ke hatiku. nanti ku suguhi sejuta kalbu bertahtakan cinta untukmu. beginilah aku, mungkin sedang menggila oleh mu. huhuhuhu....
minggu lalu kau terbit di mimpiku. mencubitku, hingga ku bangun terbirit-birit. ahh...sakit.
kini aku sibuk menata diri. berfikir jernih untuk sijantung hati, yang menjadi teman hidup suatu hari nanti. mungkin tidak terlalu dini, yang penting siap berimplementasi pada yang hakiki. dan itu, PASTI....
Rabu, 25 Januari 2012
Puisi Ku [?] Puisi Mu (?)
kreek..kreek..krek...suara jam dinding berbunyi
ku kira sebentar lagi berhenti...dan kemudian...
Mati...
jendelaku mulai berembun oleh debu
aku masih setia berdiri...disini...membeku
aku membeku untuk menunggu
menunggu sesuatu yang ku tak tahu
dikeheningan aku terdiam
terdiam oleh legam yang kusam
tersadarku dalam muram
mungkin sudah terlambat untukku mengecam
perih ini mulai kembali
dari sudut sanubari
berusaha...berusaha terus mencari
mencari jejak-jejak hati
siapa aku?
seorang ratu dari negeri dongeng biru... [?]
atau hanya jelata si babu (?)
kembali meratapi sesuatu yang kelabu
jendelaku mulai berembun oleh debu
terusap oleh angin yang berburu
dalam bayang ku mengadu
untuk mendapatkan yang ku mau
dingin..dingin..dingin ini semakin
aku tetap bersandar pada jendela berembun
tak tahu kekuatan apa yang membuat ku yakin
tapi disini..ku pada mu kagum.
Langganan:
Postingan (Atom)




















