Siapa yang tau kalau dia ingin mampir.
Siapa menyangka sentilan pelan itu menyambar bak petir.
Aku di sini merasa bodoh dan tersindir.
Tak layak cinta ini ku ukir.
Dia... dia bukan yang terpilih.
Dia hanya yang lain dari kekasih hati.
Kau hadir hanya untuk memberi bukan untuk memilih.
Aku kini terbelenggu oleh kebodohan nurani.
Sia-sia aku melupa.
Karena yang ada hanya lah cinta buta.
Berharap ada secercah cahaya.
Tapi itu hanya fatamorgana.
Aku terpuruk derita cinta.
Cinta yang ku ukir hanya untuk menyiksa.
Kau bukan yang memilih rasa.
Tapi aku... Aku yang merajut semua, yang kini ku rasa fana.
filosofi nama blog gue ini terinspirasi dari sifat kukang yang lucu, imut dan pemalu. kenapa pake kata 'setengah'..?? karena gue ga pemalu...!! hahahaa
Tampilkan postingan dengan label cemburu buta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cemburu buta. Tampilkan semua postingan
Jumat, 29 Juni 2012
Sabtu, 21 April 2012
CEMBURU BUTA.
Perasaan ini sungguh menyiksa...
ketika mencintai tapi tak dapat meraih..
memandang sekeliling kamar, hampa...sungguh ku hampa tanpa mu.
hanya bisa mendengarkan dari jalur seberang, oh...
justru semakin menyiksaku..
jika ku diberikan dua pilihan,
sekarang
melihat atau mendengar?
aku akan lebih memilih melihat.
karena pendengaran ini menyiksa batinku dari jalur seberang
ya...aku cemburu. cemburu ini cemburu buta.
tak melihat mu 2 hari saja, sepertiku kehilangan waktu sewindu.
tapi tak lebih menyakitkan jika ku tak mendengar yang lain dari seberang
mencoba mengintip-intip dari balik pintu coklat itu
menyaksikan alunan tune demi tune, oh...
ini sungguh cemburu yang sebenar-benarnya cemburu
ini cemburu buta..
TV ku sayang, TV ku malang...
tak melihat mu dua hari ini sungguh menyiksaku.
terlebih lagi menyiksa ketika mendengat TV tetangga itu menyala.
aku cemburu...
cemburu buta...
lekaslah sembuh sayang, ku kan merawatmu kelak dengan hati sanubariku...
ketika mencintai tapi tak dapat meraih..
memandang sekeliling kamar, hampa...sungguh ku hampa tanpa mu.
hanya bisa mendengarkan dari jalur seberang, oh...
justru semakin menyiksaku..
jika ku diberikan dua pilihan,
sekarang
melihat atau mendengar?
aku akan lebih memilih melihat.
karena pendengaran ini menyiksa batinku dari jalur seberang
ya...aku cemburu. cemburu ini cemburu buta.
tak melihat mu 2 hari saja, sepertiku kehilangan waktu sewindu.
tapi tak lebih menyakitkan jika ku tak mendengar yang lain dari seberang
mencoba mengintip-intip dari balik pintu coklat itu
menyaksikan alunan tune demi tune, oh...
ini sungguh cemburu yang sebenar-benarnya cemburu
ini cemburu buta..
TV ku sayang, TV ku malang...
tak melihat mu dua hari ini sungguh menyiksaku.
terlebih lagi menyiksa ketika mendengat TV tetangga itu menyala.
aku cemburu...
cemburu buta...
lekaslah sembuh sayang, ku kan merawatmu kelak dengan hati sanubariku...
Langganan:
Postingan (Atom)
