Jumat, 29 Juni 2012

Cinta terlarang [?]

Siapa yang tau kalau dia ingin mampir.
Siapa menyangka sentilan pelan itu menyambar bak petir.
Aku di sini merasa bodoh dan tersindir.
Tak layak cinta ini ku ukir.

Dia... dia bukan yang terpilih.
Dia hanya yang lain dari kekasih hati.
Kau hadir hanya untuk memberi bukan untuk memilih.
Aku kini terbelenggu oleh kebodohan nurani.

Sia-sia aku melupa.
Karena yang ada hanya lah cinta buta.
Berharap ada secercah cahaya.
Tapi itu hanya fatamorgana.

Aku terpuruk derita cinta.
Cinta yang ku ukir hanya untuk menyiksa.
Kau bukan yang memilih rasa.
Tapi aku... Aku yang merajut semua, yang kini ku rasa fana.

16 komentar:

  1. Eaaaaa.....senangnyaaa..liat kukang menderitaaa...*olala
    Oh cinta...deritanya tiada akhir..
    Wakakakaka

    BalasHapus
  2. Eciee.... wituwiwww... >_<

    BalasHapus
    Balasan
    1. kang aan makin bikin galau dgn "eciee.... wituwiwww" nya. >_<

      Hapus
  3. Aisaaaaaa...
    Lama tak bertemu dirimu dek ^^
    Pas ketemunya kok jadi galau nih
    Hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. jgn salahkan sang waktu kak,
      walaupun banyak andil nya ia dalam kegalauan ini, tapi dia bukan tersangka utama nya.

      salahkan hati yang tak bisa memanage emosi. karena dia aku galau.
      oh ya, aku baik2 sajaaaaa ^^

      Hapus
  4. gitu tuh si cinta. kadang greget juga sama si cinta -.-

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak syifa, cinta itu ibarat zat, dia udara. ga kelihatan, tapi diperlukan.

      Hapus
  5. Katanya kita mencintai orang yang salah dulu, baru menemukan cinta sejati *sok filosofis*

    BalasHapus
  6. tang namanya cinta mampu melukiskan rasa dengan pena... :)

    BalasHapus