Selasa, 24 April 2012

Meniti Pencarian.

Tak mudah untuk tetap menerima keadaan di luar kemauan.
Berusaha mengemban ketidaksukaan adalah dianggap wajar.
Namun tiba masanya itu menjadi sakral kemudian menjadi kewajiban.
Untuk tetap bertahan itu, tidak hanya suasana nyaman, namun situasional.
Seberapa kuat kau untuk menjadi tangguh...
Seberapa lama waktu yang kau butuhkan untuk menjadi pemenang...

Kesukaran itu akan mengikat kita dan tak membiarkan untuk bernafas lega.
Kesukaran hanya akan menjadi kawan jika kau mengizinkan nya menyukarkan mu.
Ada yang mengatakan bahwa angin akan menerbangkan kesukaran mu,
Namun apa jadinya jika angin itu berbalik arah ketika ia belum sempat menghampiri?
Apakan kau akan bertahan untuk kesukaran...

Senyuman adalah air bagi api kesukaran.
Walau hanya seember demi seember,
Setidaknya ia mencoba mendinginkan.
Kau adalah apa yang kau pikirkan.
Kau adalah apa yang kau simpan di hati mu.
Dan kau adalah imajinasi berwujud dari mu.

Lalu bagian mana yang akan kau lewati...
Sebuah jalan berkerikil dengan secercah cahaya lilin kecil, 
Atau justru jalan mulus bebas hambatan di tengah belantara...
Kau adalah pemenang bagi jiwa mu.
Kau adalah raja untuk ego mu.


sumber photo by: HidupUntukIbu

16 komentar:

  1. isinya full motivation yaa :)

    ikut giveawayky yuk ;) --> http://bermimpimeraihsukses.blogspot.com/2012/04/jejak-si-miaw-1-giveaway.html

    BalasHapus
  2. wuih puisinya berisi muatan sastra, motifasi, filsafat dll. great.

    mulailah dari satu langkah kecil...
    kok hampis sama dgn postingan terbaruku

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah..iyakah mas Insan? aku belum baca.
      pasti keren :))

      Hapus
  3. termotivasi...membuat langkah kecil yaitu nulis heheh...salam kenal mba...

    BalasHapus
  4. wew....
    sarat akan makna, mendalam banget jadinya ....

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk pribadi ini sebenar nya Om.

      Hapus
  5. mirip sama postingan mas insan tentang kopdar... tapi keren...motivasi yang membangun

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyakah? tadi mas Insan juga bilang begitu. tapi asli ga nyontek kok mbak Rima :)

      Hapus
  6. wew sarat motivasi filosofis...mantap deh ais ckckkckkc, mulailah dengan langkah kecil, meski awalnya tertatih namun akhirnya kau akan bisa menjelajahi hutan belantara...keep writing neng ais....

    BalasHapus
  7. salah satu hal penting yang bisa saya petik dari postingan yang asyik ini adalah betapa penting sebuah senyuman....

    ~~ salam kenal ya ya, Mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih mas Akhmad :)
      ayoo..tersenyumlah sebelum tersenyum itu dikenai pajak. hehe

      Hapus
  8. Mulailah melangkah walau hanya 1 langkah,karena dengan melangkah hidup kita akan lebih indah & bermakna

    BalasHapus