Senin, 04 Juli 2011

kami, makhluk-Mu

hai bloggers...
hari ini hari ke-9 aku ada di Pekanbaru. sebelum cerita nih ya....aku mau nyanyi lagunya Siti Nurhalizah yang entah apa itu judulnya, aku lupa. tapi melalui proses editing dulu ahh....
begini potongan lirik editingnya...

".....panas terik, tanpa badai, kita la..lu...ii...bersama...ooohh..ooo...."
#kata dengan tanda miring itu aku edit ahh. karena disini emang gak terjadi badai. xixixi.....#

ya ya ya..siang yang memang sangat terik ini aku dan kakak ku, kak Dian, pergi berdua dengan motor metik yang baru dibeli mama. wiihh...dag..dig..dug euy diboncengnya. bukan karena gak percaya dengan kakak ku yang mengendarainya, atau bukan pula takut karena jalanan Pekanbaru yang mulai macet. aku kasihan aja sama motor metiknya. hahaha....
ya sadar diri ajah deh. badan ku yang sexy ini, ditambah lagi berdua dengan kakak ku, itu akan melelahkan si motor metik berjalan. was-was juga. kenapa? karena aku dan kakak ku hendak pergi menjenguk kakek ku yang sedang koma di Rumah sakit-PMC Pekanbaru karena komplikasi. tapi syukur alhamdulillah kemaren malem uda sadar dan menunjukkan kemajuan kesehatan, i hope the God bless him, amin...
aku was-was dengan metik itu karena takutnya niat kami yang HANYA INGIN MENJENGUK, gara-gara pake metik, malah jadi rawat inap ntarnya. hahaha..... #amit-amit...

alhamdulillah sampai di PMC dengan selamat tanpa kurang satu apapun. segera naik dengan lif ke ruang ICU dan disana ada mami wiwit beserta tante iyet yang sedari tadi menunggu kakek. benar saja kataku tadi di motor. 
"....kak dian, jangan-jangan sampai disana, jam besuk ICU nya uda habis. kayak kemaren malam. uda bergegas pergi setelah magrib, eeeeh...jam besuk nya malah jam 21.00....."

dan......yaph!! tepat jam 12.00 kurang kami tiba, ternyata kali ini kami datang bukan terlalu cepat, melainkan telat sekitar 20 menit yang lalu. alhasil hanya bisa melihat kakek dari luar jendela ICU. huhuhu...
kulihat ada pasien baru di ICU itu. seorang anak perempuan kira-kira berusia 4-5 tahun. terserang DBD katanya. kasihan sekali. selang disana-sini.  hidungnya diberi selang, dan dadanya ditempeli kabel-kabel. belum lagi infus yang tersambung ke tangannya. kasihaaan sekali, untuk bernafas saja, dia tersengal-sengal. sangat lunglai, sangat tanpa tenaga dan kekuatan, sangat tanpa kesadaran. ayahnya yang setia menemani sambil membisikkan doa-doa ditelinganya.

beranjak dari depan ruang ICU, aku kembali ke ruang tunggu bersama mami wiwit, tante iyet dan kakak ku. 30 menit kemudian, seorang anak lelaki kira-kira berusia 1-2 tahun dengan infus ditangan, digendong oleh neneknya ke ruang ICU. kata mami wiwit, dia adeknya anak perempuan itu. mungkin juga tertular DBD, astaghfirullah...! tak berapa lama seorang suster ICU lari ke bawah dengan grasah-grusuh. aku fikir terjadi sesuatu atau apalah itu. tidak beberapa lama kemudian, kakak ku ingin melihat kakek juga dari jendela. dan disitu semua pada menangis. seorang ibu berkerudung keluar dengan tangisan yang hebat sampai ia tersuruk ke lantai Rumah sakit. kami bingung, dan suster tadi pun menangis terisak-isak, yang ternyata dia adalah tante dari sang anak perempuan. innalillahi wainnailaihi rodji'uun...Allah SWT Maha Mengetahui dan Maha Besar. apa yang terbaik bagi-Nya, maka akan terjadi. yang pada akhirnya semua akan kembali kepada-Nya. kita semua adalah makhluk-Nya. bahkan setiap dzat yang bernyawa ataupun tidak hanya milik-Nya. subhanAllah....!!! kita hanya bisa berkeinginan, tapi Allah SWT lah yang berkehendak. anak perempuan yang tadi aku lihat tersengal-sengal nafasnya di ruang ICU meninggal dunia. Allah sayang kepada nya. tak membiarkan dia menderita lama. semua di ruangan itu menangis. sang Ayah berusaha tegar menenangkan Ibu si anak. kami terdiam. dan tanpa sadar air mataku keluar dengan sendirinya. sekali lagi ku lihat betapa Agung kekuasaan Allah SWT. 

8 komentar:

  1. kami, makhluk-Mu... semuanya akan kembali kepada-Mu....

    BalasHapus
  2. iya sam....
    salam bloofers :)

    BalasHapus
  3. farel irak: thanks...makasih juga uda follow yaa :D

    BalasHapus
  4. subahanallah semoga kita selalu teringat akan kebesaranNya pada setiap peristiwa.....

    BalasHapus
  5. mas coro: iya, insyaAllah...hidup dan mati kita sesuai kontrak dengan-Nya..

    BalasHapus
  6. Teh Aisa (:
    Kunjungan pertama..
    inget kukang jadi inget SID di Ice Age..

    BalasHapus
  7. fitri: hehehe...terimakasih sudah follow ya,,iya. kukang itu menggemaskan. sama seperti saya ;D

    BalasHapus